, ,

Oleh: Riami Dulu senyummu adalah penumbuh geloraSeperti minyak penumbuh kumisYang selalu membuat manisDi setiap gerak rambut di bibir atas Pernah senyumanmu mengiris kalbuBak sayur terancamRasanya rindu berkeping kotak kotak kecil dalam piring saji Ah kunikmati ayat-ayat seluetSenyummu tak pernah hadir lagiSejak

MEMBACA HUJAN Setiap hujan yang jatuh adalah puisi Dari pagi hingga sore tiada henti Saat malam, bertambah jelas bunyi tang ting tung menimpa botol-botol kosong Sudah berapa lembar puisi hujan yang kulukis seperti baris gerimis yang sabar dan panjang berjalan pelan

Foto oleh Arshad Sutar dari Pexels Terpikat jumpa sapa teringat Pengenalan singkat, mendekat tanpa syarat Lambaian sederhana menebar semangat Beda rasa, beda cerita terasa nikmat Berguru pada saudara aneka talenta hebat Buah pikir, isi hati tercurah terlepas penat Tergugah enggan, gairah

(Ilustrasi cangkang siput laut, sumber foto : www.depositphotos.com)   Oleh : Pudji Widodo Jam 14.00 WIT, aku beranjak dari ruang tunggu Balai Pengobatan (BP) Lanal Dili dan menutup pintu klinik. Sebelum apel siang, aku biasa menuju ruang sekretariat. PNS Dominggus Kepala

  Foto dari Polina Kovalena Pexels Dingin malam masih seirama dengan hujan Berbinar menantap minuman tersaji dalam gelas itu Lama kerongkongan tak tersentuh lembutnya susu Yang murni dalam balutan warna kedamaian Putih teduh penuh kehangatan Pun larut hanyut dalam kenikmatan Kantuk

Foto oleh Dmitriy Ganin dari Pexels Selamat sore kawan. Ke mana perginya mentari. Dari pagi tak tampak olehku.  Apakah dia terbenam sebelum terbit? Atau kau sembunyikan di balik kelambumu, kawan? Ataukah memang sedari tadi netraku terpejam oleh keluh kesah sehingga tak

Oleh: Frederikus Suni Pixels,Secangkirkopibersama, Matahari tak selamanya bersinar Ada kalanya ia tegggelam Begitu juga dengan kehidupan kita Terkadang kita di atas roda Tetapi tanpa terduga Kita jatuh dan berada di bawah roda Yang lebih menyakitkan adalah ketika kita berada di bawah