
Memulai usaha penjualan makanan minuman perlu rancangan. Kemudian tempat, yaitu memilih lokasi tepat. Satu soal penting yang kadang bikin pusing.
Gambaran abstrak meliputi pemahaman tentang jenis makanan minuman akan dijual, skala usaha, model pelayanan dan penyajian, serta memilih lokasi tepat.
Baca juga: Perlukah Merancang Konsep sebelum Membuka Bisnis Kuliner?
Artikel mengasumsikan mencari lokasi sewa. Berjualan di rumah atau tempat sendiri akan diterangkan pada kesempatan lain.
Maka mencari lokasi seyogianya pas dengan sifat usaha atau menyesuaikan dengan konsep sebelumnya. Oleh karena itu, simak uraian berikut.
1. Menimbang Kemampuan
Di dalam konsep bisnis kuliner termasuk proyeksi keuangan, meliputi jumlah modal, perkiraan harga dan volume penjualan, biaya-biaya, serta keuntungan diharapkan.
Komponen biaya sewa tempat mestinya tidak terlalu membebani kemampuan usaha. Maka saya menganggap moderat, jika beban sewa tidak melebihi 25 persen dari total omzet dalam periode tertentu.
2. Sesuaikan dengan Sasaran Pembeli
Rencana penjualan makanan minuman menyesuaikan dengan keadaan sosial ekonomi umum masyarakat setempat.
Menjual kopi harga 40 ribuan (sekelas kafe) rasanya kurang cocok di permukiman padat yang biasa membeli atau kopi sasetan seduh 3 ribuan. Bisa jadi pedagang gorengan dan aneka makanan sarapan lebih sukses di kawasan tersebut.
3. Mengamati Jumlah Orang Melintas
Lokasi ideal merupakan tempat dengan banyak jumlah pelintas yang memang mencari makanan minuman. Atau kendaraan berlalu lalang.
Pertimbangkan laju dan lajur di mana lebih banyak arus kendaraan bergerak tidak terlalu cepat.








Terima kasih untuk artikelnya Om Bud, bermanfaat.. Salam hangat.