4. Mudah Terlihat
Gerai baiknya mudah terlihat atau ditemukan. Maka penanda gerai dan penunjuk jenis dagangan menjadi mutlak perlu.
5. Akses
Mudah mencapai lokasi dengan jalan kaki ataupun menggunakan kendaraan. Cukup tersedia lahan parkir untuk itu.
6. Memahami Keadaan Lokasi
Bagaimana persaingan usaha sejenis dan lingkungan usaha yang sekiranya mendukung perkembangan usaha kuliner. Misalnya, penjual minuman segar memiliki peluang bagus menyewa tempat dekat lapangan olahraga.
7. Mencari Informasi Tambahan
Baik juga menemukan keterangan tentang situasi perdagangan dan informasi berharga lainnya di sekitar lokasi. Umpama, bagaimana suatu bisnis kuliner yang pernah ada di tempat itu bisa gagal?
8. Mengurus Izin
Memerhatikan regulasi dan segera mengurus dokumen perizinan. Masing-masing wilayah memiliki izin peruntukan. Cari tahu cara-cara mengurusnya pada instansi berwenang.
9. Jangan Lupa: Manfaatkan Teknologi!
Manfaatkan promosi melalui media sosial, google maps atau google business. Gunakan fasilitas pengiriman secara daring.
10. Lain-Lain
Beberapa orang menggunakan gerai bergerak, seperti food truck atau menjual kopi seduh di atas sepeda motor. Mungkin tidak perlu membayar sewa dan mengurus izin resmi, namun bukan berarti tidak terbebas dari biaya-biaya. Maka agar aman, maka terlebih dahulu minta perkenan dari orang yang sudah berjualan di situ dan “penguasa” setempat.
Penutup
Jadi, demikian cara-cara memilih lokasi pas dengan konsep bisnis kuliner. Maka dengan itu, usaha makanan minuman dapat langgeng dan bertahan lama.








Terima kasih untuk artikelnya Om Bud, bermanfaat.. Salam hangat.