MEMBACA HUJAN Oleh Rika Komara

oleh -235 views

MEMBACA HUJAN

Setiap hujan yang jatuh adalah puisi

Dari pagi hingga sore tiada henti

Saat malam, bertambah jelas bunyi tang ting tung menimpa botol-botol kosong

Sudah berapa lembar puisi hujan yang kulukis seperti baris gerimis yang sabar dan panjang berjalan pelan dalam irama melankolis

Curahkan sajak kerinduan tanpa syarat

Ku hanya terdiam di selasar sunyi

Menatap raut sendiri

Meratapi hari yang tak pernah genap

Kaca jendela menguapkan embun yang basi sisa hujan semalam

Tadi pagi masih kulihat pelangi namun hanya sembunyi menghindari mimpi

Berharap hujan mereda agar hariku tak membeku

RK, Kota Hujan 260322

Responses (2)

Tinggalkan Balasan