Cara Mengisi Kemerdekaan, dengan Sikap dan Perilaku Positif

oleh -1,398 views
Ilustrasi upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih oleh mufidpwt dari pixabay.com

Sudah 77 tahun Indonesia merdeka. Sangat dewasa untuk melesat maju. Sudah waktunya warga negara mengisi kemerdekaan dengan meninggalkan caci-maki, polarisasi, dan politik identitas.

Mari ikuti uraian berikut ini.

Masa sebelum Proklamasi

Memperjuangkan Kemerdekaan Republik Indonesia tidaklah mudah. Ia melalui perlawanan bersenjata, rangkaian perundingan, upaya-upaya diplomasi multilateral, dan perjuangan lainnya dengan mengorbankan waktu, tenaga, kepentingan pribadi, bahkan nyawa.

Tujuan para pejuang kemerdekaan itu hanya satu: membebaskan negeri dari penjajahan bangsa asing! Dengan cara masing-masing.

Maka hari kebahagiaan itu tiba. Pada hari Jumat tanggal 17 Agustus 1945 Masehi Indonesia mengumumkan kemerdekaannya. Bila menggunakan sistem penanggalan Jepang menjadi 17 Agustus 2605.

Soekarno membacakan naskah Proklamasi. Mohammad Hatta mendampingi. Peristiwa kebangsaan yang sangat bersejarah itu terjadi di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta.

Setelah melalui rangkaian upaya diplomatik dan perjuangan bersenjata, akhirnya Belanda, sebagai penjajah, mengakui Kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1949.

Betapa merebut kemerdekaan dari tangan penjajah adalah perjuangan berliku penuh air mata, penderitaan, dan darah. Upaya-upaya diplomatik juga mengambil peran penting.

Masa setelah Merdeka

Tahap awal adalah periode konsolidasi. Menyatukan perbedaan dan memutar roda pemerintahan Republik Indonesia.

Generasi berikutnya memasuki tahap pembangunan terencana. Tersendat ketika terjadi krisis moneter yang menjungkalkan Soeharto dari takhta tertinggi.

Responses (4)

Tinggalkan Balasan