di bawah gelombanglaut biru mengalir teduhtenangluluh ikan-ikan berenangriang ke sana ke sinitanpa henti “sebentar, sebentar!” jemplingheningtiada denting. “ikan tidak tidur?” Serentak ikan-ikan berhenti berenangmelotot marah ke satu arah “jika kami tidur, dan hanya jika kami tidur, kala membuka mata bisa kelilipan

, ,

Oleh: Riami Dulu senyummu adalah penumbuh geloraSeperti minyak penumbuh kumisYang selalu membuat manisDi setiap gerak rambut di bibir atas Pernah senyumanmu mengiris kalbuBak sayur terancamRasanya rindu berkeping kotak kotak kecil dalam piring saji Ah kunikmati ayat-ayat seluetSenyummu tak pernah hadir lagiSejak