Oleh: Riami Dulu senyummu adalah penumbuh geloraSeperti minyak penumbuh kumisYang selalu membuat manisDi setiap gerak rambut di bibir atas Pernah senyumanmu mengiris kalbuBak sayur terancamRasanya rindu berkeping kotak kotak kecil dalam piring saji Ah kunikmati ayat-ayat seluetSenyummu tak pernah hadir lagiSejak Selengkapnya


