Foto oleh Alena Koval dari Pexels Wahai embun yang menempel di dedaunan, enyahlah! biarkan air mata ini menggantikan keberadaanmu, akan aku basahi dedaunan yang tumbuh di pekarangan, biarkan para makhluk mengira bahwa itu adalah tetesan embun.  Wahai hujan, turunlah dengan

Ilustrasi Puisi : Hanya Wanita Biasa. Sumber : KapanLagi.com Jika di tengah gurun, Ia seperti oase yang melahirkan mata air. Jika di tengah padang ilalang,dialah mata air yang menyegarkan. Di pagi yang kering, ia adalah tetesan embun yang menyejukkan Tapi ia

Foto: dok. Aliz Azert Cukup lama kita bersua lewat dunia maya Disatukan oleh hobi yang sama Berbagi kisah dan kasih di SKB Lewati suka duka berliterasi Banyak hal yang kita temui Banyak hal yang kita dapatkan Ilmu dan pengalaman yang sangat

  Seperti biasa, tak pernah bosan aku mendatangi tempat ini. Tempat dimana dahulu kita pernah berdiri. Di sini,  di atas trotoar jalanan ini dulu kita pernah berdiri, sebelum akhirnya kuputuskan mengajakmu untuk duduk di bangku taman itu. “Terimakasih sudah mengajakku ke

  Seperti biasa, tak pernah bosan aku mendatangi tempat ini. Tempat dimana dahulu kita pernah berdiri. Di sini,  di atas trotoar jalanan ini dulu kita pernah berdiri, sebelum akhirnya kuputuskan mengajakmu untuk duduk di bangku taman itu. “Terimakasih sudah mengajakku ke

Ilustrasi murid-murid sekolah dasar (Foto: DEZALB Via Pixabay) Sayup-sayup terdengar bunyi berdecit. Bukan decit daun pintu kelas, atau ranting yang menggaruk kaca jendela. Membuat suasana kelas menjadi hening.  Murid-murid menutup hidung, dan mereka terlihat gelisah. Bu guru Aini terdiam. Padahal beliau