Aku, Ibu dan Sang Saka

oleh -663 views
(Bendera Merah Putih di Dusun Pejaten, Jatisarono, Nanggulan, Kulonprogo, DIY, Jumat (11/8/2023). Foto: Antara Foto/Hendra Nurdiyansyah)
(Bendera Merah Putih di Dusun Pejaten, Jatisarono, Nanggulan, Kulonprogo, DIY, Jumat (11/8/2023). Foto: Antara Foto/Hendra Nurdiyansyah)

Aku, Ibu dan Sang Saka

Ibu melambaikan tangan memanggilku,

tangannya menunjuk pada Sang Saka yang bebas berkibar di atas hembusan angin

Matahari memantulkan sinar di kedua warnanya,

Ibu terlihat bangga.

Ibu menceritakan sebuah kisah tentang orang-orang terjajah,

yang bersatu melepas belenggu penindasan untuk sebuah kebebasan

dan tanpa henti terus berseteru pada setiap tetesan darahnya

demi membawa anak-anaknya di sini hari ini.

Ibu mengingatkanku tentang para pemberani yang berjuang

agar negeri ini tetap kokoh berdiri

Ibu berteriak padaku tentang kemenangan

juga tentang kesalahan-kesalahan fatal yang mengerikan.

Ibu berbisik kepadaku untuk terus memberi dan membelanya 

untuk tidak lupa bersyukur akan semua pencapaian.

Ibu lalu menangis karena rasa apatis, prasangka dan kebencian anak-anaknya yang sering

tidak menghormati apa yang sudah diperjuangkan,

dan norma-norma yang kerap ditinggalkan.

Ibu meminta anak-anaknya mengakui semua itu

dan merenungkan apa arti Ibu dan kebebasan

Ibu menantang anak-anaknya untuk membayangkan hidup

tanpanya.

dan masih dalam kemerdekaan  Ibu membentangkan

Ibu memberi harapan

Ibu memberi kesempatan untuk setiap anak negeri bersatu dan terus membangun kembali.

Hari ini aku melihat Ibu melambai ke arahku,

Kuhentikan langkahku untuk menatap ke atas

Kuluangkan waktu untuk mengenang dan menghormati

Negeri yang aku cintai ini.

Responses (2)

Tinggalkan Balasan