Kita adalah makhluk peminum air laut Di depan mata kita terbentang ribuan pilihan Kita pun bingung dengan pilihan tersebut Namun, di lain sisi, kita ingin memiliki semuanya Memang mustahil sih Karena segala sesuatu yang kita inginkan Belum tentu sesuai dengan kenyataannya

, ,

Oleh: Riami Dulu senyummu adalah penumbuh geloraSeperti minyak penumbuh kumisYang selalu membuat manisDi setiap gerak rambut di bibir atas Pernah senyumanmu mengiris kalbuBak sayur terancamRasanya rindu berkeping kotak kotak kecil dalam piring saji Ah kunikmati ayat-ayat seluetSenyummu tak pernah hadir lagiSejak

Foto oleh Arshad Sutar dari Pexels Terpikat jumpa sapa teringat Pengenalan singkat, mendekat tanpa syarat Lambaian sederhana menebar semangat Beda rasa, beda cerita terasa nikmat Berguru pada saudara aneka talenta hebat Buah pikir, isi hati tercurah terlepas penat Tergugah enggan, gairah

  Foto dari Polina Kovalena Pexels Dingin malam masih seirama dengan hujan Berbinar menantap minuman tersaji dalam gelas itu Lama kerongkongan tak tersentuh lembutnya susu Yang murni dalam balutan warna kedamaian Putih teduh penuh kehangatan Pun larut hanyut dalam kenikmatan Kantuk

Foto oleh Dmitriy Ganin dari Pexels Selamat sore kawan. Ke mana perginya mentari. Dari pagi tak tampak olehku.  Apakah dia terbenam sebelum terbit? Atau kau sembunyikan di balik kelambumu, kawan? Ataukah memang sedari tadi netraku terpejam oleh keluh kesah sehingga tak

Oleh: Frederikus Suni Pixels,Secangkirkopibersama, Matahari tak selamanya bersinar Ada kalanya ia tegggelam Begitu juga dengan kehidupan kita Terkadang kita di atas roda Tetapi tanpa terduga Kita jatuh dan berada di bawah roda Yang lebih menyakitkan adalah ketika kita berada di bawah

  Foto oleh Alena Koval dari Pexels Wahai embun yang menempel di dedaunan, enyahlah! biarkan air mata ini menggantikan keberadaanmu, akan aku basahi dedaunan yang tumbuh di pekarangan, biarkan para makhluk mengira bahwa itu adalah tetesan embun.  Wahai hujan, turunlah dengan

Ilustrasi Puisi : Hanya Wanita Biasa. Sumber : KapanLagi.com Jika di tengah gurun, Ia seperti oase yang melahirkan mata air. Jika di tengah padang ilalang,dialah mata air yang menyegarkan. Di pagi yang kering, ia adalah tetesan embun yang menyejukkan Tapi ia