Kalau tidak salah dengar, ada dua puluh lima paket dengan hadiah utama berupa 1 sepeda gunung.
Bukan hanya door prize yang membuat peserta bergembira. Mereka dan warga yang tidak turut dalam jalan sehat berbaur, bergembira bersama dengan hiburan musik dari band pengiring.
Sejenak warga permukiman padat dengan beragam strata sosial, tingkat kemampuan ekonomi, dan mungkin berbeda dalam preferensi politik bergabung, bergembira, lebur dalam satu ruang terbuka tanpa sekat.
Maka, pada hari Minggu cerah tersebut saya melihat wajah-wajah ceria bersatu dalam kegembiraan merayakan kemerdekaan Republik Indonesia (Agustusan ), kendati tanggal 17 Agustus masih sepuluh hari lagi.
Menyaksikan kegembiraan dalam persatuan dalam acara Agustusan, terbersit pikiran di kepala saya: seandainya setiap saat adalah Agustusan, boleh jadi setiap orang bersatu dalam kegembiraan merayakan kemerdekaan.
Merdeka!









Tukang kerupuk bisa kaya raya . Widz Stoops
Setiap saat lomba terus dong om
Gang Sapi malam ini memulai lomba… eh… 🙂
Waah udah mulai acara perayaan 17 Agustusannya disana ya Om. Mantap
Di permukiman padat belakang komplek mulai rame 17 Agustusannya, Mas Warkasa
Wah, perayaan 17an sudah dimulai ya di sana OmBud? Widz
Iya, di perkampungan belakang kompleks. Sudah mulai rame, Mbak Widz