8 Kiat Bina Hubungan Suami Istri tanpa KDRT

oleh -1,321 views
Gambar oleh Oleksandr Pyrohov dari Pixabay

Seorang teman di kota berbeda mengirimkan pesan agar melongok ke satu jalan di Bandung. Wanita itu melukiskan lokasi, juga ciri-ciri, dengan narasi.

Sang suami berdalih melakukan perjalanan demi tugas kantor, namun kuat dugaan seraya mengunjungi wanita lain. Pelakor. Istri mengetahui perselingkuhan itu, karena sebelumnya ia sempat mencuri baca percakapan di telepon genggam milik pasangannya.

Kemudian saya menelepon. Menerangkan bahwa Kota Bandung bukan kecamatan. Luas banget. Untuk mencapai lokasi dimaksud, perlu usaha lumayan. Dan daerah tersebut merupakan area macet.

Lagi pula, saya belum tentu sempat. Saya juga pendatang di kota itu yang harus menyelesaikan beberapa pekerjaan. Selain itu, saya enggan ikut campur dalam urusan rumah tangga orang lain. Terbelit, bisa jadi berabe.

Pada kesempatan berikutnya, saya mendapatkan kabar bahwa mereka bertengkar hebat. Salah satu sebab adalah perselingkuhan sang suami. Soal lain ada, tapi saya rasa tidak perlu menceritakannya di sini. Terlalu panjang.

Gambar oleh Tú Anh dari Pixabay

Wanita tersebut mengirimkan foto diri yang memar akibat mengalami kekerasan. Domestic violence atau Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)!

Ia mengisahkan, belakangan suaminya berangasan. Tak segan-segan memukul sang istri bahkan di hadapan tiga anaknya. Terakhir, mereka mengakhiri hubungan. Bercerai.

Wanita itu mengenang, dulu ia merupakan pria baik. Ia sangat mencintainya lahir batin sampai bersedia menyerahkan kehormatannya saat masih pacaran.

Ya! Mereka sering berhubungan badan sebelum sah menjadi pasangan. Wanita itu menceritakan secara detail tentang gaya berhubungan intim.

Saya tidak hendak menceritakan bagaimana KDRT itu terjadi. Juga mengenai bagaimana mereka melakukan persenggamaan. Pengen tahu ya?

Responses (11)

Tinggalkan Balasan