8 Kiat Bina Hubungan Suami Istri tanpa KDRT

oleh -1,323 views

Artikel ini mengulas tentang hubungan suami-istri. Yang semula dibangun dengan cinta, berakhir dengan kekerasan bahkan perceraian.

Bagaimana menghindarinya? Pertanyaan berikutnya, bagaimana kiat melestarikan hubungan suami-istri tanpa KDRT? Catatan: Artikel membatasi ulasan pada hanya hubungan suami-istri.

Menyadari Perbedaan

Suami istri adalah dua orang berbeda: kelamin (pastinya), latar belakang sosial budaya, sifat, minat, bakat, dan seterusnya. Maka, lebih dahulu berdamailah dengan perbedaan ini.

Menerima Keadaan

Ketika menikah, baik suami maupun istri telah berjanji dengan saksi-saksi di hadapan keluarga, untuk hidup bersama saling menyayangi. Maka, ingat komitmen kepada diri yang disaksikan oleh orang banyak itu.

Kompromi

Menerima keadaan berarti juga mufakat dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Mengoreksi

Saling mengingatkan bila salah satu pasangan melakukan kesalahan. Suami istri adalah satu kesatuan nakhoda yang mengendalikan bahtera menerjang ombak samudera kehidupan. Saling memperbaiki dan mengoreksi akan mengantarkan bahtera rumah tangga ke tempat paling indah.

Komunikasi

Bangun kesetaraan dalam komunikasi timbal balik. Tidak ada yang (merasa) lebih berkuasa. Tidak ada pula komunikasi satu arah tanpa diskusi membangun.

Mengendalikan Emosi

Tidak akan pernah benar jika melakukan pembicaraan dan keputusan bersama dengan amarah. Kendalikan emosi untuk menjaga pasangan dan keutuhan rumah tangga.

Tidak Berbuat Curang

Dengan alasan apa pun, salah satu atau kedua pihak melakukan kecurangan. Ilustrasi di awal artikel, perbuatan curang (suami selingkuh) akan menghasilkan keadaan buruk.

Oleh karena itu, kejujuran dan keterbukaan adalah kunci utama agar rumah tangga tetap hangat.

Responses (11)

Tinggalkan Balasan