Artikel ini mengulas tentang hubungan suami-istri. Yang semula dibangun dengan cinta, berakhir dengan kekerasan bahkan perceraian.
Bagaimana menghindarinya? Pertanyaan berikutnya, bagaimana kiat melestarikan hubungan suami-istri tanpa KDRT? Catatan: Artikel membatasi ulasan pada hanya hubungan suami-istri.
Menyadari Perbedaan
Suami istri adalah dua orang berbeda: kelamin (pastinya), latar belakang sosial budaya, sifat, minat, bakat, dan seterusnya. Maka, lebih dahulu berdamailah dengan perbedaan ini.
Menerima Keadaan
Ketika menikah, baik suami maupun istri telah berjanji dengan saksi-saksi di hadapan keluarga, untuk hidup bersama saling menyayangi. Maka, ingat komitmen kepada diri yang disaksikan oleh orang banyak itu.
Kompromi
Menerima keadaan berarti juga mufakat dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Mengoreksi
Saling mengingatkan bila salah satu pasangan melakukan kesalahan. Suami istri adalah satu kesatuan nakhoda yang mengendalikan bahtera menerjang ombak samudera kehidupan. Saling memperbaiki dan mengoreksi akan mengantarkan bahtera rumah tangga ke tempat paling indah.
Komunikasi
Bangun kesetaraan dalam komunikasi timbal balik. Tidak ada yang (merasa) lebih berkuasa. Tidak ada pula komunikasi satu arah tanpa diskusi membangun.
Mengendalikan Emosi
Tidak akan pernah benar jika melakukan pembicaraan dan keputusan bersama dengan amarah. Kendalikan emosi untuk menjaga pasangan dan keutuhan rumah tangga.
Tidak Berbuat Curang
Dengan alasan apa pun, salah satu atau kedua pihak melakukan kecurangan. Ilustrasi di awal artikel, perbuatan curang (suami selingkuh) akan menghasilkan keadaan buruk.
Oleh karena itu, kejujuran dan keterbukaan adalah kunci utama agar rumah tangga tetap hangat.








cerita yang bermanfaat…keren…
cerita yang bermanfaat…keren…
Sangat bermanfaat. Terima kasih untuk artikelnya Om Bud. Salam..
Terima kasih atas apresiasi, Mas Warkasa
Ikut menyimak
Mantap, Pak
Terima kasih atas apresiasi, Bu Martha
Keren cerpennya bikin penasaran kelanjutannya
Siap, Mbak Dinni. Terima kasih by
Mantap, Rudolfo.
Terima kasih banyak, Ayah Tuah