Kisah di Balik Ramadhan

oleh -836 views

Kisah di Balik Ramadhan

Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan ketiga aku tanpa suamiku. Mungkin dia sudah bahagia dengan istri barunya. Atau mungkin malah menderita karena harus memenuhi kebutuhan istrinya yang harus selalu tampil cantik.

Aku berpisah dengan suamiku karena ia tergoda lagi dengan mantan pacarnya dulu. Bukan hanya satu, tetapi tiga orang hadir bergantian mengisi hari-harinya.

Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat, selama itu pula aku harus memendam sakit demi keutuhan rumah tangga. Telah kuupayakan untuk bersabar dan mengalah, tetapi aku hanya manusia, yang memiliki kesabaran terbatas.

“Bram, ini apa maksudnya? Siapa dia?” tanyaku penuh emosi.

“Din, aku bisa jelaskan semua. Kamu gak perlu marah-marah begitu!” jawab Bram tanpa dosa.

“Kamu atau aku yang harus pergi, hah?”

“Din, dia itu janda. Dia cuma minta bantuanku. Tak lebih! Kebetulan aku sering ada urusan di sana, jadi ya kubantu. Percayalah!”

“Aku tak mau kaubohongi, Bram. Aku gak mau!” teriakku.

“Dinda, dengar baik-baik. Aku akan cerita sejujurnya.”

Setelah kudapati obrolannya dengan wanita itu, Bram meminta maaf. Berjanji untuk setia dan memperbaiki hubungan kami yang sempat memanas. Tak ada lagi alasannya harus ke Jawa Barat untuk urusan bisnis, karena sesungguhnya kepergiannya itu adalah untuk menemui kekasih gelapnya.

Tentang Penulis: Any Sukamto

Selalu berharap keberkahan hidup

Responses (4)

Tinggalkan Balasan