Ketika Iblis Ingin Didengar: Sebuah Renungan Tentang Kebenaran, Kepalsuan, dan Kejujuran. Tulisan yang terinspirasi dari video yang berjudul “NERAKA SEPI, SURGA SIBUK: PENGAKUAN IBLIS DAN KEGILAAN MANUSIA” milik channel Sudrun Gugat, dengan mempertahankan semangat provokatif dan reflektifnya. “Sejarah ditulis oleh pemenang,” begitu bunyi

bulan jatuh di genteng warung kopi para lelaki perlente berdasi keluar dari gedung warna-warni lari-lari mereka serabutan, upel-upelan berteriakan berebutan memeluk bulan. bulan malu, tersipu merah dadu bulan deg-degan digoda-goda bulan cekikikan dielus-elus bulan menggeliat dipijat-pijat bulan mendesah dicium-cium bulan merintih

Aku tidak tahu kenapa banyak topeng yang harus kupakai. Wajah-wajah asing yang bukan milikku. Wajah-wajah yang sebenarnya dulu kuangankan, dengan cerita dan panggungku sendiri Tapi perjalanan waktu membuat alur cerita berbelok arah. Impian runtuh patah di tengah Sejatinya hidup adalah drama.

  Photo by Vincent Guth on Unsplash Puisi ini aku buat tak Berjudul Untuk menuliskan kisah  seorang pria yang suka memetik gitar Selalu  lantang melantunkan sebuah lagu Selalu memberi kado bila ada yang berulang tahun   Harapku,  dihari jadiku nanti Tak