Aku, Kamu, Kuharap Menjadi Kita Tentang dirimuAku seperti membaca bukuyang tak pernah tamatBanyak rahasiaBelum terungkapCerita yang tak terkatakan Pernah suatu masaKau bermimpi tentang mawarBerharap menghidu wangiTapi malah luka terkena duri Ingin menciptakan dongengAda istanaDikelilingi taman-taman bungaTapi sang pangeranLebih sering mengumpulkan batuPada

Indonesia hari ini bukanlah negeri yang tiba-tiba ada. Bukan atas kesaktian seorang Bandung Bondowoso: “Abrakadabra!” Jadi dalam waktu semalam. Ia adalah kumpulan keping-keping sejarah yang panjang. Mulai dari kerajaan-kerajaan yang berdiri sendiri dan terpencar, kedatangan para penjajah, hingga keinginan untuk bersatu.

Aku tidak tahu kenapa banyak topeng yang harus kupakai. Wajah-wajah asing yang bukan milikku. Wajah-wajah yang sebenarnya dulu kuangankan, dengan cerita dan panggungku sendiri Tapi perjalanan waktu membuat alur cerita berbelok arah. Impian runtuh patah di tengah Sejatinya hidup adalah drama.

mata parfum parfum langkah langkah kata “Boleh aku duduk di sini?” Tampaknya cappuccinomu sudah dingin. Sudah lama? Kau hanya senyum seraya mengeluarkan rokok mildmu. Aku berusaha sok gentle, memantikkan api. Aku sedikit terbatuk karena asap rokokmu menghembus ke mukaku Ini selasar

      Sumber : kaskus.id Sengaja aku datang ke kota ini. Bukan untuk menertawakan kegagalan,  atau menangisi keberhasilan Aku hanya ingin melihat pohon jambu dan rumpun bambu Pohon jambu adalah Yanto, Gandung, juga Ipin – kawan-kawan semasa kecil. Bergelantungan di