<< Sebelumnya “Baiklah!” Geni mematikan ponsel, kemudian menyerahkan kembali benda rampasan itu pada pemiliknya. Cukup dengan satu ayunan pelan tangan kanan yang menggenggam beretta, anak perempuan berseragam abu-abu itu tergesa menjauh. Geni bergerak cepat menghampiri Corrie. Tanpa suara, mengacungkan ujung baretta Selengkapnya
Tag: Novelbareng
BAB 32 : Pertemuan dengan Geni
<< sebelumnya Udara siang itu bercampur aroma mesiu. Desing letupan senjata api terdengar menjemput kesunyian di tanah Singasari hampir lima detik sekali. Peluru tak henti-hentinya menyerbu mobil yang dinaiki Geni dan Korrie. “Semuanya akan baik-baik saja,” kata Geni lagi. Suaranya Selengkapnya
Kolase Darah di Bumi Singasari
pixabay.com << Sebelumnya Geni sengaja meminggirkan mobil jauh di belakang Pajero Hitam. Dinyalakannya lampu hazard. Geni keluar dan membuka kap mobil seolah-olah mobilnya sedang dalam masalah. Dia harus sangat waspada karena belum tahu persis berurusan dengan siapa. Sambil berlagak memeriksa mesin Selengkapnya
BAB 24. Dis quand reviendras-tu?
Lonely Girl from Pixaby.com ..Sebelumnya Korrie Banimase, seorang juru masak di Rumah Sakit St. Hedwig. Nama kecilnya adalah Karmila Aurora. Ia mengabdikan diri selama lima tahun meracik hidangan bagi para pasien, berharap mereka semua bisa segera pulih, tak Selengkapnya
Bab 22. Kalahkan Kemarahan dengan Cinta Kasih
<< Sebelumnya “Sancho, saya akan memilih Lady Companion (LC) setelah kembali dari toilet,” kata Segara sambil melangkah keluar dari ruangan VIP. Bayangan Peri Bermata Hijau masih menghantui pikirannya. Kaki Segara tidak melangkah ke toilet, tetapi melangkah keluar dari karaoke Selengkapnya
Bab 21: Flora, Craen Mark, dan Sisi Rahasia
Ilustrasi: wallpaperbetter.com Sebelumnya. Bab 21: Flora, Craen Mark, dan Sisi Rahasia Ruangan kosong berukuran 10×10 meter cukup luas untuk beraktivitas. Dengan atap langit-langit yang meninggi lima meteran, rasanya akan membuat gema ke seluruh ruangan. Jika saja dinding-dindingnya tidak diberi peredam, suara Selengkapnya
BAB 20 : Buket Casablanca Lily Putih, Doa Untuk Kesembuhan
Sumber foto : Tokopedia <SEBELUMNYA “Ky… Ky… Kylian … ?” Flora mengerjapkan mata hijaunya beberapa kali. Ia masih tak memercayai netranya. Malam itu sosok yang dikenalnya berada di hadapan. Muncul tiba-tiba dengan menodongkan senapan semi otomatis ke mukanya. Assasin didikan Selengkapnya
Bab 19: Meredakan Tegangan dengan Ballantine’s dan LC
Ilustrasi Lady Companion di Karaoke & Bar oleh AllClear55 dari pixabay.com << BAB SEBELUMNYA: Cinta di Sepotong Piza Kembang Kol Awan mengendap. Langit gelap. Bulan bersimbah darah. Halimun bernuansa merah merambat di antara pohon-pohon menjulang. Udara lembab. Langit lindap. Dari ruang Selengkapnya
Cinta di Sepotong Piza Kembang Kol
Ilustrasi Gambar Piza: alibaba.com Bab 18 Cinta di Sepotong Piza Kembang Kol << Sebelumnya Flora membisu di dalam mobil sepanjang perjalanan pulang ke rumahnya. Pikirannya berkecamuk. Pertemuan dengan Kylian gara-garanya. Pertemuan dengan Kylian, lelaki misterius dengan wajah dan tubuh memesona Selengkapnya
Bab 16. Pesta yang Harus Segera Diakhiri
Bab 16. Pesta yang Harus Segera Diakhiri Foto oleh cottonbro dari Pexels << Sebelumnya Maik Schulz seperti terlompat dari tempat tidurnya. Siapa yang berani membangunkannya — menelepon –tengah malam begini. Tapi saat melihat sebuah nama dalam layar hp-nya, tapak tangannya langsung Selengkapnya
- 1
- 2
- 3
- Berikutnya

