Luka

oleh -1,518 views
Luka
Jikapun nanti nyawaku tidak tertolong lagi, akibat terlalu banyak kehabisan darah. Setidaknya aku sudah memberikan satu petunjuk kepada orang yang kucintai, dan biarkan luka-luka ini yang kelak akan menceritakan, tentang pengorbanan, cinta yang terbawa sampai mati, juga tentang tekat untuk menepati janji

*****

Aku terus berlari, telapak kaki dan juga sekujur tubuh yang penuh luka masih terus mengeluarkan darah. Rasa sakit akibat terkena serpihan kaca dan juga sayatan benda tajam milik preman-preman bayaran tak kuhiraukan lagi.

Menembus gelapnya malam, dibawah rintikan air hujan, aku terus berjalan, menyusuri trotoar jalanan sepi kota yang beranjak mati.

Meninggalkan masa lalu yang penuh dendam, membawa luka aku terus berjalan.

“Aku harus tetap hidup!”

Desisku, tertatih sambil terus berjalan.

Ada perhitungan yang harus dibuat disuatu hari nanti, juga ada seseorang diseberang sana yang tengah menanti. Seorang wanita yang kutahu ditengah keterbatasannya, saat ini masih bertahan atas nama cinta yang sejati dan menepati janjiku padanya di suatu masa adalah satu dari sekian alasanku kenapa aku harus tetap hidup hingga saat ini. 

Di bawah gelapnya malam, aku terus berjalan, menyusuri trotoar jalanan.

Tiba di depan suatu bangunan Rumah Sakit, kuyakinkan kembali niat dan tujuan kenapa aku harus ketempat ini.

“Jikapun nanti nyawaku tidak tertolong lagi, akibat terlalu banyak kehabisan darah. Setidaknya aku sudah memberikan satu petunjuk kepada orang yang kucintai, dan biarkan luka-luka ini yang kelak akan menceritakan semuanya, cerita tentang pengorbanan, juga cinta yang terbawa mati dan tentang janji yang harus ditepati.”

Selanjutnya >>


 

Tentang Penulis: Warkasa 1919

Ruang Berbagi dan Informasi

Tinggalkan Balasan