*
Aku gelisah, sudah tiga hari tidak ada kabar dari mas Arka. Biasanya dalam sehari bisa berkali-kali mas Arka memberi kabar. Entah sedang makanlah, mau mandi, mau tidur bahkan aktivitas lain, Ia selalu rajin memberi kabar kepadaku. Begitupun aku.
Aku ingat, setiap hari biasanya mas Arka selalu menanyakan kabarku, sedang apa, acara apa hari ini, jaga kesehatan dan beberapa perhatian lainnya.
Tapi saat ini, androidnya, salah satu alat komunikasi utama kami tidak aktif dan sudah ratusan kali aku menelponnya namun tak ada jawaban, aku mengirim pesan hanya ceklis satu. Hati berdebar terus dan jantung ini berdetak kencang seperti mendapat firasat sesuatu buruk sedang terjadi disana.
“Ya Allah, Ya Tuhanku, Engkau pemilik raga dan nyawa ini, tolong lindungi orang yang kucintai ini dimanapun dia berada. Aamiin.”
Malam tadi aku merasakan sekujur badanku ini terasa sakit-sakit semua, terasa perih seperti ada luka-luka yang menganga, “Ya Allah, apa yang sesungguhnya telah terjadi?”
Entah kenapa aku merasakan rasa cemas akan keadaannya disana, Ah! Semoga dia disana baik-baik saja. Sekujur tubuhku masih terasa sakit bagai terkena sayatan senjata tajam, padahal aku melakukan aktivitas seperti biasa dan tidak ada terkena senjata tajam sedikitpun, tapi mengapa badan ini terasa sakit luar biasa seperti terkena pukulan dan sabetan senjata tajam. Walau kulit dan tubuhku terlihat biasa saja, tidak ada luka memar ataupun bekas terkena sabetan senjata.
Sang waktu terasa begitu lambat berjalan dan hidupku terasa begitu sunyi, handphone tak pernah lepas dari genggaman, berharap mas Arka menghubungiku dan menceritakan kabar baik kepadaku. Tak terasa sudah seminggu waktu berjalan tanpa ada kabar berita dari mas Arka. Detik berganti menit, menit berganti jam dan Aku terus menghubunginya tanpa lelah, namun nomor yang kutuju masih juga belum aktif hingga saat ini.









Response (1)