Ketika Iblis Ingin Didengar: Sebuah Renungan Tentang Kebenaran, Kepalsuan, dan Kejujuran. Tulisan yang terinspirasi dari video yang berjudul “NERAKA SEPI, SURGA SIBUK: PENGAKUAN IBLIS DAN KEGILAAN MANUSIA” milik channel Sudrun Gugat, dengan mempertahankan semangat provokatif dan reflektifnya. “Sejarah ditulis oleh pemenang,” begitu bunyi

, ,

Di tengah pandemi yang membatasi aktivitas sosial dan fisik, lahirlah sebuah prestasi luar biasa dari sebagian besar penulis aktif di Kompasiana dan komunitas Secangkir Kopi Bersama atau eskaber.com Sebanyak 33 penulis dari berbagai latar belakang profesi berhasil mencatatkan rekor sebagai tim

Entah sudah berapa ribu jam yang kita habiskan untuk menyusuri terang dan gelapnya rutinitas harian kita. Terkadang kita butuh banyak ruang untuk melakukan sesuatu yang sangat menyenangkan diri kita. Ruang-ruang itulah yang mestinya kita jalani, sembari mensyukurinya. Karena dari ruang itulah

Kucuran kopi terdengar merdu Kepulan asap mewangi Denting sendok menyentuh cangkir Sepasang mata bertatapan Bibir menyentuh kopi panas Seruput terdengar pelan Rasa puas terukir bibir basah Kopi terbuat campuran cinta Kopi susu selalu engkau pilih Engkau nikmati rasa diantaranya Bukan rasa

bulan jatuh di genteng warung kopi para lelaki perlente berdasi keluar dari gedung warna-warni lari-lari mereka serabutan, upel-upelan berteriakan berebutan memeluk bulan. bulan malu, tersipu merah dadu bulan deg-degan digoda-goda bulan cekikikan dielus-elus bulan menggeliat dipijat-pijat bulan mendesah dicium-cium bulan merintih

Aku tidak tahu kenapa banyak topeng yang harus kupakai. Wajah-wajah asing yang bukan milikku. Wajah-wajah yang sebenarnya dulu kuangankan, dengan cerita dan panggungku sendiri Tapi perjalanan waktu membuat alur cerita berbelok arah. Impian runtuh patah di tengah Sejatinya hidup adalah drama.