Sumber foto : Tokopedia <SEBELUMNYA “Ky… Ky… Kylian … ?” Flora mengerjapkan mata hijaunya beberapa kali. Ia masih tak memercayai netranya. Malam itu sosok yang dikenalnya berada di hadapan. Muncul tiba-tiba dengan menodongkan senapan semi otomatis ke mukanya. Assasin didikan Selengkapnya
Bab 19: Meredakan Tegangan dengan Ballantine’s dan LC
Ilustrasi Lady Companion di Karaoke & Bar oleh AllClear55 dari pixabay.com << BAB SEBELUMNYA: Cinta di Sepotong Piza Kembang Kol Awan mengendap. Langit gelap. Bulan bersimbah darah. Halimun bernuansa merah merambat di antara pohon-pohon menjulang. Udara lembab. Langit lindap. Dari ruang Selengkapnya
Cinta di Sepotong Piza Kembang Kol
Ilustrasi Gambar Piza: alibaba.com Bab 18 Cinta di Sepotong Piza Kembang Kol << Sebelumnya Flora membisu di dalam mobil sepanjang perjalanan pulang ke rumahnya. Pikirannya berkecamuk. Pertemuan dengan Kylian gara-garanya. Pertemuan dengan Kylian, lelaki misterius dengan wajah dan tubuh memesona Selengkapnya
Bab 16. Pesta yang Harus Segera Diakhiri
Bab 16. Pesta yang Harus Segera Diakhiri Foto oleh cottonbro dari Pexels << Sebelumnya Maik Schulz seperti terlompat dari tempat tidurnya. Siapa yang berani membangunkannya — menelepon –tengah malam begini. Tapi saat melihat sebuah nama dalam layar hp-nya, tapak tangannya langsung Selengkapnya
Bab 17. Doa di Ujung Nyawa
<< Sebelumnya “Berbuatlah seperti yang ada dalam otakmu. Penuhi imajinasimu untuk melakukan apa pun yang kaumau. Imajinasi, ya, hanya imajinasi!” Desis suara sopir mengentak benak Segara. Pesta tawa sontak memekakkan kupingnya. Hatinya mendadak berasa kecut. Derai Selengkapnya
Tragedi Mansion Fiene
BAB 14 Tragedi Mansion Fiene Sumber gambar https://pin.it/6WNo18P << Sebelumnya Bulu roma Flora Aurora Bunga merinding. Bola mata hijaunya berputar-putar tidak keruan. Ia gelisah. Ia merasa Segara ada di sekitar dirinya, sedang mengawasinya, tengah memperhatikan apa saja yang ia kerjakan. Beberapa Selengkapnya
Bab 15. Dua Lelaki yang Menyimpan Belati di Matanya
Ilustrasi. Sumber: Jawa Pos << Sebelumnya Kylian menampar pipinya sendiri. Ia mengembuskan napas keras-keras sembari meraung, “Memalukan!” Hawa pendingin di kamar 302 di Hotel Adlon, Berlin, tidak mampu mendinginkan otak Kylian yang tengah panas. Seluruh darah di tubuhnya seperti mengalir Selengkapnya
Bab 13. Dendam Masa Kecil di Bumi Turatea
source: travellingyuk.com Cerita Sebelumnya >>> Kylian terbangun dari tidurnya. Tidak nyenyak, tapi cukup untuk memulihkan hatinya yang sesak. Hal pertama yang ia lakukan adalah mencairkan pikirannya dari rencana-rencana yang sudah banyak tersusun. Luka di perutnya bukanlah kekhwatiran. Tusukan badik Segara memang Selengkapnya
Menangkap Jejak Langkah Labirin Masa Lalu Flora
BAB 11 Menangkap Jejak Langkah Labirin Masa Lalu Flora Ilustrasi / Unsplash.com (Brian Mann) Selengkapnya
Rantai Kutukan Nipakasiri
Bab 10 Ilustrasi diambil dari thayyibah.com << Sebelumnya Kamis, 9 November 1989. Udara Kota Berlin sesak oleh tempik-sorak. Warga Berlin mabuk kebebasan. Arus massa bergerak dari dua arah, timur dan barat, menuju pusat kota. Meluapi kawasan lingkar Gerbang Brandenburg sampai alun-alun Selengkapnya

