Tugu Pal Putih dan Misteri yang Menyelimutinya

oleh -920 views
Foto: Tugu Pal Putih (Warkasa1919/Eskaber.com)
Foto: Tugu Pal Putih (Warkasa1919/Eskaber.com)

Bentuk Tugu Pal Putih

Foto: Tugu Pal Putih dari atas (Warkasa1919/Eskaber.com)

Dulunya Tugu Pal Putih ini berbentuk tiang silinder yang mengerucut ke atas. Sedangkan untuk bagian dasarnya, berupa pagar yang melingkar dengan bagian puncaknya berbentuk bulat.

Pada tahun 1867, Jogyakarta di guncang gempa bumi yang cukup besar, sehingga membuat bangunan Tugu Pal Putih ini runtuh bersama musibah yang menimpa masyarakat Jogyakarta.

Selanjutnya pada tahun 1889, pemerintah Belanda memperbaiki bangunan tugu tersebut, proses renovasi ini dipercayakan kepada Patih Dalem, Kanjeng Raden Adipati Danurejo V yang saat itu bertindak sebagai pengawas.

Proses renovasi merubah bentuk dan keadaan Tugu Pal Putih. Waktu itu tugu Pal Putih ini dibuat berbentuk persegi, tiap sisinya dihiasi semacam prasasti, tujuannya adalah untuk menunjukkan kepada siapa saja yang melihat ke arah tugu agar bisa melihat siapa saja yang terlibat dalam renovasi itu.

Setelah renovasi, pada bagian puncak tugu, bentuknya tak lagi bulat tapi berbentuk kerucut yang runcing.

Masyarakat Jogyakarta pada waktu itu paham, bahwa perombakan bangunan tugu saat itu sebenarnya hanyalah taktik Belanda untuk mengikis persatuan antara rakyat dan raja.

Pada tanggal 3 Oktober 1889, tugu baru tersebut diresmikan oleh Sri Sultan HB VII dan dinamai dengan nama Tugu Pal Putih.

Simbol – simbol di Tugu Pal Putih

Foto: Tugu Pal Putih (Warkasa1919/Eskaber.com)

Tugu Pal Putih memilik simbol yang di antaranya adalah berbentuk bintang enam sudut, titik emas, sudut meruncing serta daun loto, pada puncak tugu terdapat bentuk spiral seperti tanduk unicorn.

Tinggi Tugu Pal Putih

Foto: Tugu Pal Putih (Warkasa1919/Eskaber.com)

Bangunan Tugu Pal Putih atau Tugu Golong Gilig ini pada awalnya adalah setinggi 25 meter. Pada awal mula pembangunannya, tugu setinggi 25 meter itu dipergunakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I sebagai patokan arah, ketika melakukan meditasi yang menghadap ke puncak gunung Merapi.

Setelah runtuh pada saat terjadinya gempa, saat direnovasi, ketinggian bangunan Tugu Pal Putih ini dibuat lebih rendah dari sebelumnya, yaitu hanya setinggi 15 meter saja atau 10 meter lebih rendah dari tinggi bangunan semula.

Garis Imajiner Tugu Pal Putih

Foto: Garis lurus imaginer Tugu Pal Putih (Warkasa1919/Eskaber.com)

Tugu Pal Putih ini terletak di dalam satu garis imajiner yang menghubungkan antara pantai Selatan, panggung krapyak, kraton, tugu, dan gunung merapi. Hal ini bisa dimaknai sebagai lambang dari keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhannya, manusia dengan sesama manusia, serta manusia dengan alam.

Filosofi Tugu Pal Putih

Foto: Tugu Pal Putih di malam hari (Warkasa1919/Eskaber.com)

Eskaber.com mengutip dari Merdeka.com, disebutkan jika panggung krapyak ke arah Utara hingga kraton melambangkan perjalanan manusia sejak bayi, beranjak dewasa, menikah, hingga melahirkan anak.

Sedangkan dari tugu menuju ke gunung Merapi melambangkan perjalanan manusia untuk kembali ke Sang Pencipta.

Tugu Pal Putih dan Panggung Krapyak disimbolkan sebagai Lingga dan Yoni yang melambangkan kesuburan, dan dari semua itu, Keraton Yogyakarta adalah pusatnya.

Selanjutnya ada Gunung Merapi dan Pantai Selatan, yang jika ditarik garis lurus, maka posisi Keraton berada tepat di tengah-tengah keduanya.

Tentang Penulis: Warkasa 1919

Ruang Berbagi dan Informasi

Responses (6)

Tinggalkan Balasan