Trofeo Ronaldinho, Tumpang Tindih “Showbiz” dan Teknis

oleh -320 views
Ronaldinho beraksi di Stadion Kanjuruhan (Tribunnews.com)
Ronaldinho beraksi di Stadion Kanjuruhan (Tribunnews.com)

Judul di atas mungkin agak kurang enak dibaca, tapi hal inilah yang saya tangkap dari gelaran turnamen pra-musim Trofeo Ronaldinho, Minggu (26/6) lalu. Turnamen segitiga berformat 3 x 30 menit ini digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, dengan diikuti RANS Nusantara FC, Arema FC dan Persik Kediri.

Satu hal yang membuat turnamen ini menarik adalah, kehadiran Ronaldinho yang memperkuat RANS Nusantara FC dan ikut terlibat dalam event peluncuran tim untuk Liga 1 musim depan.

Sebenarnya, gaung pemberitaan media soal kedatangan legenda Timnas Brasil itu sudah terdengar sejak jauh hari. Promosi di media juga cukup gencar.

Makanya, ketika hari H pertandingan, penonton tampak berjubel di stadion, dan banyak juga yang menonton di televisi. Maklum, yang datang kali ini adalah seorang legenda pemenang gelar Liga Champions, Piala Dunia dan Ballon D’Or di masa jayanya.

Sambutan saat Ronaldinho memasuki lapangan pun begitu meriah. Sampai di sini, unsur “showbiz” di Trofeo Ronaldinho terpenuhi. Ada banyak audiens, media dan sponsor yang terlibat. Kebetulan, pertandingan yang melibatkan eks pemain PSG ini disebut-sebut bertajuk “fun game”.

Tapi, saat pertandingan berlangsung, kesan “fun game” itu nyaris hilang tanpa bekas. Para pemain selain sang legenda Barcelona itu terlihat sangat serius, karena mencoba fokus pada aspek teknis, karena ini adalah turnamen pra-musim.

Alhasil, tak ada cukup ruang untuk seorang Ronaldinho unjuk kebolehan. Pria berusia 42 tahun ini hanya sesekali menyentuh bola dan menampilkan umpan-umpan terobosan khasnya.

Selama setengah jam durasi pertandingan antara Persik Kediri Vs RANS Nusantara, hiburan yang benar-benar hadir adalah “wow effect”, karena seorang mantan pemain legendaris dunia bermain di Indonesia.

Setelahnya, hanya sajian turnamen pra-musim pada umumnya. Sedihnya, ketimbang menyentuh bola, pemain bergigi kelinci ini justru jauh lebih sibuk, saat harus meladeni ajakan foto bersama.

Kekecewaan makin lengkap, setelah legenda bernama asli Ronaldo de Assis Moreira ini ternyata hanya mampu bermain di pertandingan pertama, yang dimenangkan Persik Kediri dengan skor 4-2 (adu penalti) karena kelelahan.

Padahal, belum lama ini, eks pemain AC Milan itu sempat bermain “fun game” di Amerika Serikat, bersama bintang kelas dunia macam Vinicius, Paul Pogba, dan Paulo Dybala.

Dalam pertandingan santai itu, ada cukup banyak ruang buatnya, untuk unjuk kebolehan. Para pemain bersenang-senang di lapangan, selagi penonton terhibur olehnya. Sesuatu yang kurang terlihat di Indonesia.

Di sini, aspek “showbiz” yang sudah terbangun justru terpaksa rusak, karena bergesekan langsung dengan aspek teknis. Padahal, jika tidak tumpang tindih, seharusnya ini akan jadi tontonan menarik.

Di sisi lain, keputusan RANS Nusantara FC mendatangkan Ronaldinho sebenarnya adalah satu gebrakan positif di sepak bola nasional. Untuk pertama kalinya, ada tim yang berani beda dalam mempromosikan timnya.

Artinya, aspek “showbiz” sepak bola sebagai satu hiburan dengan potensi bisnis besar, sudah mulai diperhatikan. Bukan tidak mungkin ini akan jadi tren di klub Indonesia pada masa mendatang.

Memang, masih ada kekurangan di sana-sini. Tapi, jika kekurangan yang ada bisa terus diperbaiki, rasanya Ronaldinho bukan nama besar terakhir yang akan datang ke Indonesia.

Bisa?

Responses (2)

Tinggalkan Balasan