Menghadapi Razia
Mereka harus mobile mengingat sewaktu-waktu petugas penertiban bisa saja melakukan penggusuran. Namun jangan salah, ketentuan itu bukan harga mati.
Pada waktu-waktu tertentu oknum petugas pramong praja mengutip uang keamanan. Maka mereka bisa “mengondisikan” agar pedagang tetap berjualan tanpa gangguan.
Akan tetapi para pedagang harus memaklumi, pada saat ada razia atau kunjungan petinggi, jalan mesti bersih.
Untuk itu oknum sebelumnya memberi tahu agar para pedagang tiarap dulu. Berjualan lagi setelah kondisi “aman” dari pejabat.
Tentang Preman
Pernah ada pihak yang meminta uang dengan menakut-nakuti. Bahkan ada yang meminta uang mengatasnamakan pengajian.
Pak Yana, penjual kopi seduh di atas motor, adalah warga sekitar yang mengusir para peminta-minta tersebut. Jadi tempat strategis dan gratis aman dari preman.
Kesimpulan
Jadi begitu alasan, kenapa para pedagang umumnya memilih sisi kiri dalam berjualan. Tempat berdagang strategis di pinggir jalan di mana mereka tidak perlu membayar biaya sewa. Alias gratis.
Namun tidak melulu cuma-cuma, mereka tetap memberikan sejumlah uang sebagai “iuran” kepada oknum tertentu yang bukan preman.
Demikian penjelasan singkat. Semoga menginspirasi. Berani meniru?








Ulasan yang bermanfaat. Terima kasih untuk artikelnya Om Budi. Salam hangat..
Terima kasih atas apresiasi, Mas Warkasa. Salam hangat kembali