Indonesia hari ini bukanlah negeri yang tiba-tiba ada. Bukan atas kesaktian seorang Bandung Bondowoso: “Abrakadabra!” Jadi dalam waktu semalam. Ia adalah kumpulan keping-keping sejarah yang panjang. Mulai dari kerajaan-kerajaan yang berdiri sendiri dan terpencar, kedatangan para penjajah, hingga keinginan untuk bersatu.

Sudah 77 tahun Indonesia merdeka. Sangat dewasa untuk melesat maju. Sudah waktunya warga negara mengisi kemerdekaan dengan meninggalkan caci-maki, polarisasi, dan politik identitas. Mari ikuti uraian berikut ini. Masa sebelum Proklamasi Memperjuangkan Kemerdekaan Republik Indonesia tidaklah mudah. Ia melalui perlawanan bersenjata,

Perang Rusia Ukraina telah memasuki usia 4 bulan. Sementara solusi damai belum ada titik terang. Krisis pangan dan energi global kian menggejala. Bagaimana menyikapi krisis di depan mata? Krisis Pangan Akibat perang tidak berkesudahan, sejumlah harga komoditas pangan dunia melonjak. Diketahui

  AHY Makin Lihay Lucu atau naif, entahlah, yang jelas AHY dengan Demokratnya mengambil pilihan untuk tidak mendukung UU Cipta Kerja. Hak konstitusi, soal benar atau tidak, toh waktu yang akan menjawab dan menguak kebenarannya. Drama usai itu yang membuat Demokrat