Ancaman Bencana Kelaparan, Ubi dan Talas sebagai Alternatif

oleh -489 views
Tumpukan ubi jalar dan talas belitung (dokumen pribadi)

Kebijakan pemerintah India untuk menghentikan ekspor gandum sejak bulan Mei lalu, berpengaruh terhadap pasokan pangan dunia.

Diperparah dengan adanya konflik Rusia-Ukraina yang tidak berkesudahan. Juru bicara FAO memperingatkan, 11 sampai 19 orang mengalami kelaparan, terutama sejumlah negara di kawasan Afrika Utara. Dua negara bersengketa tersebut merupakan pengekspor 30 persen gandum dunia (sumber).

Kecenderungan menurunnya pasokan gandum dalam jangka pendek mengakibatkan kenaikan harga. Dalam jangka panjang akan menyebabkan tersendatnya suplai, yang pada gilirannya akan menyebabkan kelangkaan.

Maka, hasil akhirnya adalah terjadinya bencana kelaparan di negara-negara yang rentan terdampak.

Menanggapi kemungkinan di atas, Indonesia berupaya mengurangi ketergantungan terhadap gandum, dan jagung yang juga masih impor, dengan menanam sorgum. Untuk itu Pemerintah akan meluaskan lahan tanaman uji coba ini (sumber).

Gandum serta sorgum, bersama beras, quinoa, dan jagung, adalah serealia (tanaman biji-bijian), yang merupakan sumber karbohidrat utama bagi umumnya warga dunia.

Komoditas tersebut bersifat inelastis, atau keadaan di mana konsumen tetap membelinya, kendati harga kebutuhan pokok itu melonjak.

Kita ketahui, sifat tersebut melekat pada beras. Hasil sawah ini merupakan sumber karbohidrat pokok bagi rakyat Indonesia.

Berikutnya adalah gandum, dengan turunannya berupa terigu. Merupakan bahan pembentuk: mi, roti, gorengan berbalut tepung, dan aneka penganan. Harga terigu bervariasi, dari Rp 8 ribu hingga Rp 13 ribu per-kilogram. Terjangkau.

Responses (5)

Tinggalkan Balasan