Ancaman Bencana Kelaparan, Ubi dan Talas sebagai Alternatif

oleh -491 views

Sedangkan sorgum belum begitu populer. Meskipun seingat saya telah dibudidaya pada pertengahan tahun 1980-an. Mempopulerkan kembali “barang lama.” Di marketplace tersedia dengan harga sekitar Rp 25 ribu per-kg.

Sulit menemukan bahan pangan ini di warung-warung sekitar rumah dan pasar tradisional.

Lebih mudah menjumpai bahan pangan sumber karbohidrat lainnya, yakni singkong (ketela pohon, ubi kayu), ubi jalar, dan talas. Harganya pun terjangkau, berkisar Rp 4-8 ribu.

Pada sebuah sudut pasar tradisional, seorang pedagang menggelar talas belitung (kimpul, bentul, mbothe) dan ubi jalar (putih, oranye, dan ungu).

Oleh karena itu, saya membeli umbi-umbian itu. Harganya: ubi jalar putih dan oranye masing-masing Rp 4 ribu per-kg; talas belitung Rp 8 ribu; ubi ungu Rp 8 ribu per-kg.

Ubi Putih dan Oranye

Mengolah ubi berbeda warna itu menjadi bolu. Dengan cara menghaluskan setelah dikukus, lalu mencampurnya dengan terigu. Nikmat menyantap penganan ini pada sore hari sambil menyeruput kopi.

Talas Belitung

Cukup mengukusnya. Mencocolnya bersama madu. Atau menjadi alternatif sarapan, yaitu: hasil kukusan dicampur dengan scrambled egg, sayur rebus, mayonaise, dan sambal.

Responses (5)

Tinggalkan Balasan