Dan ternyata, eh, ternyata istri tua masih mau menerima. Bahkan merawat pria tanpa daya, meski –menurut cerita—berlaku keras terhadapnya. Keras untuk kebaikan.
Ringkasnya, kaum pria mesti bersyukur memiliki satu istri yang setia, biarpun galak dan menyebalkan.
Ia mendampingi dan merawat suami hingga maut memisahkan.
Daripada memilih wanita lain menjadi istri muda berdasarkan nafsu belaka.








Wah kasian sekali ya, menerima pas sehat saja, ga bertanggungjawab tuh
Begitulah. Entah siapa yang benar atau salah
Waduuh terimakasih untuk artikelnya, om Bud, menambah wawasan
Terima kasih atas apresiasi, Mas Warkasa
Nah loe, rasain!
Eh…
Nah itu dia. Saya dengar ceritanya aja ketawa