Enam bulan lampau ia terserang stroke. Saat itu istri mudanya mengantarkan pulang ke tempat tinggal istri tuanya.
Tepatnya, meninggalkannya terbengkalai di depan pagar rumah. Lalu wanita muda tidak bertanggung jawab itu menghilang.
Bagusnya, istri tua dan anak-anaknya masih mau menerima, meski sedikit banyak tersisa rasa sakit hati.
Apakah karena istri muda menelantarkannya membuat pria malang itu sedih? Atau, apakah ia masih mencinta istri mudanya?
Tiada yang mampu menjelaskan.
Pastinya, seseorang yang terserang stroke cenderung lebih sensitif perasaannya. Awalnya, tetapi selanjutnya akan belajar menerima kenyataan bahwa ia tidak berdaya.
Sewaktu masih gagah, sehari-hari pria itu menjual bensin eceran di tepi jalan. Selama itu pula ia mengontrak rumah petak bersama istri mudanya.
Apakah mereka menikah secara resmi menurut hukum negara? Atau di bawah tangan? Tidak ada yang menjelaskan.
Namun ketika pria tersebut tidak berdaya, sang istri muda menghilang. Meninggalkan suaminya di depan pagar rumah istri tua begitu saja.








Wah kasian sekali ya, menerima pas sehat saja, ga bertanggungjawab tuh
Begitulah. Entah siapa yang benar atau salah
Waduuh terimakasih untuk artikelnya, om Bud, menambah wawasan
Terima kasih atas apresiasi, Mas Warkasa
Nah loe, rasain!
Eh…
Nah itu dia. Saya dengar ceritanya aja ketawa