Antusiasme yang Mengudara

oleh -291 views

Generasi muda memiliki peranan penting dalam membentuk Indonesia yang sejahtera. Beberapa dari mereka memiliki keinginan untuk menjadi salah satu diantara banyaknya orang yang menjadikan bangsa Indonesia sebagai Negara maju di seluruh belahan dunia. Hari ini aku menuliskan sesuatu sebagai bagian dari usahaku untuk menjadi salah satu dari mereka. Bukan hal besar yang luar biasa. Tetapi hanya sederhana yang diharapkan bisa menjadi berguna.

    “17 agustus 2022”

77 tahun yang lalu seorang  bapak Proklamator memproklamirkan proklamasi sebagai bentuk keberhasilan mereka dalam membebaskan Indonesia dari para penjajah. Bukan tanpa sebab, para pahlawan rela berperang untuk mengambil kembali hak mereka yang direnggut paksa oleh para penjajah. Dan kedamaian yang kita rasakan saat ini adalah hasil dari apa yang dulu mereka perjuangkan. Kita patut bersyukur  dan berterimakasih kepada mereka. Karna tanpa mereka kita tidak aka bisa merasakan damainya dunia.  Kini saatnya kita membalas perjuangan mereka dengan berjuang untuk kesejahteraan Indonesia.

Kalau menurutku, berjuang tidak selalu diartikan dengan berperang melawan penjajah seperti yang dilakukan pahlawan. Kita hidup di zaman modern dimana bukan lagi manusia yang menjadi media menjajahnya. Tapi disini kita berhadapan dengan benda mati atau yang biasa kita sebut dengan teknologi. Teknologi secara tidak langsung kini dijadikan  sebagai sarana dalam menjajah oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Jika dilihat dari sisi negatifnya, mereka menjajah pola pikir kita, menjadikan kita tidak peduli terhadap sesama dan fokus pada urusan kita masing – masing. Tapi selebihnya, teknologi tidak hanya memberikan dampak negatif saja. Banyak dampak positif yang timbul dari penggunaan teknologi yang baik. Disinilah pentingnya kita memanfaatkan teknologi dengan baik.

Ah… aku sudah bingung mau menuliskan apa lagi….

Oh ya aku lupa, kalian tau? Pada zaman dahulu peran wanita tidak  pernah terlihat dalam hal apapun. Orang dahulu menganggap bahwa wanita itu tidak berguna dan bahkan bisa dikatakan hanya menyusahkan. Hal ini juga terlihat pada ketidaksetaraan dalam dunia pendidikan. Terjadi diskriminasi pada saat itu. Wanita zaman dahulu tidak diperbolehkan menduduki bangku sekolah. Mereka hanya diperbolehkan mengurus rumah dan melakukan kegiatan rumahan yang lain. Sampai akhirnya, munculah tokoh pahlawan wanita yang mempelopori adanya emansipasi wanita di Indonesia. Yaps, kalian pasti tau… “RA. Kartini”.

Aku sedikit tertarik untuk menuliskan sedikit cerita  tentangnya. Raden Ajeng Kartini atau biasa kita sebut dengan R.A Kartini merupakan salah satu dari beberapa pahlawan wanita yang berjasa bagi Indonesia. Terutama untuk kita para wanita. Ia lahir di Jepara pada 2 April 1879.  Pada sejarah disebutkan bahwa R.A Kartini berusaha keras memperjuangkan hak wanita mendapatkan posisi yang sama dengan kaum pria, khususnya dalam bidang pendidikan. Ia  mendirikan sekolah khusus wanita dan perpustakaan wanita yang bertujuan agar perempuan  mendapatkan kebebasan dalam menambah pengetahuan mereka.

Bisa kalian lihat kan? betapa keras perjuangan para pendahulu kita….  

Bukan hanya R.A Kartini saja pahlawan  yang berperan dalam bidang pendidikan di Indonesia. Masih banyak pahlawan lainnya, salah satunya KH. Hasyim Asy’ari. Kalian pasti kenal kan siapa itu KH. Hasyim Asy’ari?

Beliau merupakan tokoh pendiri Nahdlatul Ulama yang juga memiliki peran penting  dalam bidang pendidikan di Indonesia, terutama di bidang pendidikan moral. Beliau  memang tidak diberi gelar sebagai sebagai pahlawan nasional, tetapi beliau  juga pahlawan untuk Indonesia. Menurut KH.Hasyim Asy’ari, yang lebih diutamakan dalam sebuah pendidikan adalah etika. Namun tidak menghilangkan aspek aspek pendidikan lainnya. Perjuangan KH. Hasyim Asy’ari dalam melawan penjajah untuk mempertahankan pesantren yang di dirikannya patut diteladani oleh kita semua. Masih banyak lagi kisah kisah pahlawan lainnya. Seperti Ki Hajar Dewantara, KH. Ahmad Dahlan, dan lain sebagainya….

Seperti yang aku katakan bentuk perjuangan tidak selalu dengan berperang melawan penjajah. Semuanya dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya seperti kita, sebagai pelajar bentuk perjuangan kita adalah dengan belajar. Kita ditugaskan untuk mewujudkan cita-cita bangsa dan menjadi manusia yang berguna di kemudian hari. Peran pelajar sangat penting disini. Sebab, seorang pemuda adalah generasi bangsanya di masa yang akan datang. Bentuk perjuangan juga dapat dilihat pada orang tua yang mencari nafkah untuk menghidupi anak-anaknya.

 Di 17 Agustus tahun ini kondisi Indonesia sudah mulai membaik. Setelah 3 tahun lalu terjadi pandemi covid 19 yang terjadi hampir di seluruh Negara di berbagai belahan dunia. Pandemi sedikit demi sedikit angkanya mulai menurun. Ekonomi bahkan pendidikan di Indonesia mulai pulih kembali. Teknologi pun semakin berkembang pasca pandemi. Imunitas tubuh masyarakatnya semakin kuat karena sudah diberi vaksin berkali-kali. Kalau tidak salah, terakhir berita pemberian  vaksin adalah vaksin 3 (booster) yang diberikan kepada orang dewasa berumur 18+. Aku tidak termasuk karena aku baru berumur 16 tahun, tahun ini.

Banyak kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk menyemarakkan hari kemerdekaan pun sudah kembali dilakukan. Aku tinggal di pesantren, pesantren tempatku tinggal banyak mengadakan lomba-lomba dalam rangka HUT RI tahun ini. Lomba-lomba  yang diadakan bertujuan mengingatkan kami pada perjuangan para pahlawan. Tidak hanya pesantren tempatku tinggal saja yang meramaikan kemerdekaan tahun ini. Hampir seluruh daerah di Indonesia meramaikannya dengan cara yang berbeda beda. Antusiasme mereka membuat hari kemerdekaan tahun ini menjadi ramai. Banyak hal-hal positif yang dapat dilakukan untuk mengisi kemerdekaan yang mengingatkan kepada kita pada perjuangan para pahlawan.

Hari kemerdekaan tahun ini mengangkat tema Pulih lebih cepat tumbuh lebih kuat . Yang menjadi refleksi perwujudan harapan bangsa indonesia untuk pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat menuju Indonesia maju. Banyak harapanku untuk Indonesia menjadi lebih maju dalam segala bidang setelah  pandemi berlalu. Kini besar harapanku menjadi salah satu  dari  banyaknya orang yang mewujudkan semua itu.

Tulisanku kututup dengan sedikit kutipan dari R.A Kartini “Tiada barang mustahil di dunia ini! Dan sesuatu barang yang hari ini kita teriak-teriakkan mustahil sama sekali, besok merupakan kenyataan yang tidak dapat disangka”. Pemuda hari ini adalah generasi untuk masa yang akan datang. Jangan pernah berhenti bermimpi, karena mimpi adalah bagian dari sebuah perjuangan.

Dirgahayu Republik Indonesia ke 77

Bersama “pulih lebih cepat bangkit lebih kuat”

_Vina Idamatul Ulya

Response (1)

Tinggalkan Balasan