
Puisi untuk negeri
Ada luka yang menganga di merah kibaran bendera
Tetesan darahnya telah lama mengering
tetap saja kain merah meliuk-liuk seirama angin bertahan dan bertahan dari serbuan dingin
Tiadakah kau lihat putih itu bernoktah dan memenuhi pori-pori
Kita lupa mencuci bendera sebelum berkibar jumawa
Kumandang lagu Indonesia Raya
bergetar bersama nada sumbang keadilan yang tercoreng sejak lama
Tujuh puluh tujuh jalan panjang kehidupan
sedang menarik nafas berat tersengal
Namun kata Dirgahayu
menyelusup bagai balsam penghangat
Melegakan dada meski sesaat
Agar sanggup teriakan kata merdeka tanpa tercekat
Bandung, 21 Agustus 2022
06.40-06.51

Guru SDN 173 Neglasari Bandung. GP Angkatan 4 Kota Bandung. Pengajar Praktik Angkatan 10 Kota Bandung.







Mba Desi puisinya mantap
Terima kasih untuk puisi nya Mbak. Keren