Pixabay.com Aku sengaja  mengintai sampai di mana cahaya matahari  membelai gigil pagi menyampaikan pesan paling hangat dari tajuk rencana hari ini Ternyata aku menemukan mosaik paling romantis dari sisa-sisa gerimis di permukaan daun Kamboja yang mulai bersajak atas nama cinta Aku

Cerah di sini Bagaimana di sana, sayang?   Baik-baik saja Cuacanya  membuat  tempat tidur kita  memar   Sprei berantakan Bantal guling  terlempar  liar   Budi Susilowww.eskaber.com/

https://images.pexels.com Tiga orang gadis desa itu berlari–lari seperti dikejar hantu.  Hanya mengenakan kemben dan kain seperti saat mereka tadi turun ke sungai untuk cuci baju dan mandi. Keranjang–keranjang berisi baju yang sudah dicuci ditinggalkan begitu saja.   Di belakang mereka terdengar gelak

https://images.pexels.com Musim mudik kali ini sungguh berbeda bagi Andri.  Dia mendapatkan cuti lebih awal.  Sehingga perjalanan mudik bisa dilakukan jauh sebelum lebaran. Semua persiapan dilakukan dengan teliti.  Perjalanan akan ditempuh lewat darat.  Bermobil ratusan kilometer.  Semuanya harus siap dan sehat. Andri

Ilustrasi: Wattpad.com Kisah perempuan tanpa jejak, selalu menemui sunyi di tempat sepi, menggenggam berteman bayang. Senyum perempuan tanpa jejak terasa manis terkecup bayang. Perempuan tanpa jejak memandang bayang semakin mendekat, aroma khas tercium lembut, tersenyum menghangatkan. Mayang kain terurai tersapu angin,

Ilustrasi Pixabay.com Awan hitam menggelayut di Langit Memandang bumi tersenyum haru Nampak manusia-manusia berebut mencicip neraka Sedang nikmat surga mereka abaikan Langit menangis dengan kencang Basahi bumi yang kering kerontang Bumi tak sanggup menyambut kerinduan langit Pecah, menyapu bumi Tangisan langit

Sumber gambar : news okezone.com  ***** Gedebluukk “Aaaa…,” “Maaf..,” “Mas siapa?” “Semprul,” “Asem! Ditanya kok malah mengumpat,” “Maaf,” “Iya, aku maafkan. Tapi Mas siapa?” “Semprul,” “Ndablek! Udah di maafkan kok malah mengumpat lagi,” “Namaku semprul Mbakyu,” “Oalaah.. Tak pikir Mas mengumpat