bulan menyipit gemas merobek kembang-kembang tidur seolah tanpa hati menghamburkannya di antara kerlipan kunang-kunang sementara segelintir embun merangkak ke balik daun saat mendengar surya berjanji mengusir malam dan menyeret pagi yang masih melindur aku memang taklagi milik siapa chandra pun surya