Ilustrasi murid-murid sekolah dasar (Foto: DEZALB Via Pixabay) Sayup-sayup terdengar bunyi berdecit. Bukan decit daun pintu kelas, atau ranting yang menggaruk kaca jendela. Membuat suasana kelas menjadi hening.  Murid-murid menutup hidung, dan mereka terlihat gelisah. Bu guru Aini terdiam. Padahal beliau

Bulan semakin dekat. Kakiku ingin melangkah jauh. Dua kalimat itu, menjadi pelengkap sketsa setangkai bunga mawar dengan arsiran tinta hitam. Pulpen hitam itu pun berhenti bergerak, dari lembaran paling belakang buku catatan pelajaran Matematika. Langkah tergesa melewati pintu. Dan, Braaak! “Oh,

  Foto: Dian Albatami. Eva Ada ratusan kata, di sudut malam yang belum sempat kuambilAda ribuan rasa, di langit senja yang sulit kuterjemahkanAda jutaan rayuan, di langit penuh bintang yang bersembunyi di balik rembulanNamun, hanya ada satu do’a yang kulantunkan untukmu,