Aku, Kamu, Kuharap Menjadi Kita Tentang dirimuAku seperti membaca bukuyang tak pernah tamatBanyak rahasiaBelum terungkapCerita yang tak terkatakan Pernah suatu masaKau bermimpi tentang mawarBerharap menghidu wangiTapi malah luka terkena duri Ingin menciptakan dongengAda istanaDikelilingi taman-taman bungaTapi sang pangeranLebih sering mengumpulkan batuPada

Aku tidak tahu kenapa banyak topeng yang harus kupakai. Wajah-wajah asing yang bukan milikku. Wajah-wajah yang sebenarnya dulu kuangankan, dengan cerita dan panggungku sendiri Tapi perjalanan waktu membuat alur cerita berbelok arah. Impian runtuh patah di tengah Sejatinya hidup adalah drama.

mata parfum parfum langkah langkah kata “Boleh aku duduk di sini?” Tampaknya cappuccinomu sudah dingin. Sudah lama? Kau hanya senyum seraya mengeluarkan rokok mildmu. Aku berusaha sok gentle, memantikkan api. Aku sedikit terbatuk karena asap rokokmu menghembus ke mukaku Ini selasar