Foto oleh Alena Koval dari Pexels Wahai embun yang menempel di dedaunan, enyahlah! biarkan air mata ini menggantikan keberadaanmu, akan aku basahi dedaunan yang tumbuh di pekarangan, biarkan para makhluk mengira bahwa itu adalah tetesan embun.  Wahai hujan, turunlah dengan

  Seperti biasa, tak pernah bosan aku mendatangi tempat ini. Tempat dimana dahulu kita pernah berdiri. Di sini,  di atas trotoar jalanan ini dulu kita pernah berdiri, sebelum akhirnya kuputuskan mengajakmu untuk duduk di bangku taman itu. “Terimakasih sudah mengajakku ke

  Photo by Vincent Guth on Unsplash Puisi ini aku buat tak Berjudul Untuk menuliskan kisah  seorang pria yang suka memetik gitar Selalu  lantang melantunkan sebuah lagu Selalu memberi kado bila ada yang berulang tahun   Harapku,  dihari jadiku nanti Tak

 Bab 7 Foto oleh Paulo Marcelo Martins dari Pexels << Sebelumnya Flora tergugu melihat Segara pergi begitu saja, lelaki yang Ia cintai  berubah mukanya seperti menahan amarah. Kelembutan Segara berubah setelah Craen Mark, ayahnya menghubungi dirinya. Ayahnya menghubunginya melalui panggilan video