Eskaber.com – Sabtu, 18 Mei 2022, Penulis berkesempatan untuk singgah ke kota yang memiliki semboyan “The Spirit of Java” semboyan yang memiliki tujuan untuk mengangkat citranya sebagai pusat kebudayaan Jawa.
Semboyan itu memang di pakai oleh Kota Solo atau Surakarta, Jawa Tengah untuk mempromosikan pariwisatanya.
Banyak hal yang ingin penulis kunjungi di kota yang memiliki motto “Mulat sarira angrasa wani” ini, namun karena keterbatasan waktu, akhirnya penulis hanya bisa melihat -lihat Museum Keraton Surakarta, untuk Keraton Surakarta sendiri masih di tutup untuk masyarakat umum.
Belum lengkap rasanya jika berkunjung ke kota ini jika belum datang dan melihat-lihat Keraton Surakarta. Tapi sayangnya ketika penulis tiba di kota ini, Keraton Surakarta sendiri belum di buka untuk umum. Alhasil penulis hanya bisa berjalan-jalan di sekitar lingkungan Museum Keraton Surakarta.

Museum Keraton Surakarta sendiri adalah salah satu destinasi wisata sejarah yang ada di kota Solo.
Setelah bekeliling di sekitar Museum Keraton Surakarta, penulis menemukan beberapa fakta menarik terkait Museum Keraton Surakarta ini.
Berikut adalah beberapa fakta terkait Museum Keraton Surakarta.
- Pindah Tempat
Keraton yang saat ini berada di pusat Kota Solo ini ternyata sempat beberapa kali berpindah tempat. Sebut saja Kotagede, Plered, Kartasura, hingga sampai Desa Sala sempat juga menjadi lokasi keraton ini, tepatnya pada tanggal 17 Februari 1745.
- Bentuk Fisiknya Serupa dengan Keraton Yogya

Jika melihat bentuk bangunan dari Keraton Surakarta ini memang Keraton ini mempunyai bentuk fisik yang sama dengan Keraton Yogya.
Usut punya usut kenapa hal ini bisa terjadi, ternyata salah satu arsiteknya adalah orang yang sama, yaitu Pangeran Mangkubumi atau Sultan Hamengkubuwono I, orang yang juga menjadi arsitek utama Keraton Yogyakarta.
- Ditemani Pemandu

Penulis baru tau ternyata untuk menjelajahi Museum Keraton Surakarta, pengunjung harus ditemani oleh pemandu yang sudah disediakan. Pantas saja penulis yang sempat berkeliling sendirian tanpa ditemani oleh pemandu seperti orang kebingungan ketika melihat barang-barang bersejarah yang ada di Museum ini. Hehehe, penulis tidak menemukan catatan atau informasi apapun dari barang-barang bersejarah yang penulis kunjungi.
- Dilarang Memotret
Waduuh, ini salah satu hal yang penulis tidak pahami sebelumnya, jadi untuk hal ini penulis memohon maaf yang sebesar-besarnya, karena tidak mengetahuinya, penulis sempat mengabadikan beberapa benda bersejarah yang ada di Museum Keraton Surakarta ini.
- Berpakaian Sopan

Saat berkunjung ke dalam keraton, wisatawan tidak diperbolehkan mengenakan pakaian-pakaian yang terbuka, seperti celana dan rok pendek, baju tanpa lengan, aksesoris seperti kaca mata hitam dan sandal! Konon, barang siapa yang ingin memasuki daerah ini harus bersih, sopan, dan menghormati para leluhur.
Itulah beberapa hal menarik yang ada di sekitar Musium Keraton Surakarta ini. Terimakasih sudah berkenan membacanya hingga tuntas sampai ke bawah. Salam.
Bahan bacaan : 1








Terima kasih Mbak Dinni.
Reportase museum kraton solo mengingatkan agar tidak melupakan sejarah dan budaya bangsa.
Hormat saya.
Sama2 pak Pudji hanya berbagi pengalaman
Udah tayang ya, catatan tentang perjalanan ke musium Keraton Surakarta nya keren
Hehehe iya, terimakasih sudah mampir
Sip. Terima kasih atas artikel, Mbak Dinni
Terimakasih pak Budi telah mampir