Lensa Kemunduran Sepakbola Tanah Air

oleh -399 views

Oleh: Fredy Suni

Eskaber.com – Salam jumpa sobat Eskabers! Industri sepakbola Indonesia sedang berduka. Ratusan ribu nyawa melayang dalam 90 menit.

Sementara puluhan orang terbaring di rumah sakit.

Insiden ini terjadi dalam laga gengsi antara Arema kontra Persebaya dalam lanjutan kompetisi Liga 1 2022/2023 di stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur.

Penyebab dari insiden ini adalah ketidakpuasan suporter Aremania kepada para pemain Arema.

Karena mereka tidak menerima kekalahan dari Persebaya 3-2.

Namun, karena Petugas yang berusaha untuk menghalangi amukan suporter, dan hal ini memicu kemarahan Aremania.

Sebagai jalan penengah, tim petugas melepaskan gas air mata, guna menghindari hal yang tidak diinginkan bersama.

Akan tetapi, opsi ini pun berdampak fatal. Karena akibat dari gas air mata, suporter makin kewalahan.

Maka, terjadilah hujan nyawa di dalam stadion mega tersebut. (Sumber rujukan CNNIndonesia, Minggu 2/10/2022).

Lantas siapa yang harus bertanggung jawab dalam insiden ini?

Dalam cuplikan singkat yang penulis saksikan melalui layar kaca TV, Pelatih Arema, Javier Rocha akan bertanggung jawab atas kejadian ini.

Dirinya bakal mengundurkan diri dari bangku kepelatihan Arema.

Semua orang bertanggung jawab atas dirinya sendiri

Gubernur Jawa Timur bersama Jajarannya Bertanggung Jawab

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa beserta mitra internal dan eksternalnya akan bertanggung jawab dengan duka sepakbola ini.

Terlepas dari amal baik di atas, sejatinya semua orang (suporter)salah dalam mengekspresikan diri.

Karena suporter tidak tahu membaca konteks di mana mereka harus bertindak.

Padahal, sepakbola itu soal hiburan yang bernunasa persatuan dan sportivitas.

Namun, karena ego suporter, maka terjadilah hal demikian.

Apa yang ditabur penonton, mereka pun yang menuainya

Masa Depan Sepakbola Indonesia Suram

Industri sepakbola tanah air saat ini menjadi sorotan dunia mancanegara.

Padahal, sepakbola Indonesian sedang naik daun, alis semakin berkembang di balik prestasi Timnas Indonesia di berbagai kelompok usia.

Namun, pintu kemunduran sepakbola negeri kita tak bisa kita hindari lagi.

Yang paling kita lakukan adalah meningkatkan kesadaran diri dalam menyaksikan berlangsungnya pertandingan sepakbola, terlebih saat tim kebanggan kita bertarung di laga apa pun.

Sementara, saksi PSSI untuk Arema dan Persebaya sedang berada dalam kendali investigasi PSSI.

Hal yang kita takutkan adalah sanksi dari FIFA.

Jika hal demikian terjadi, maka selamat tinggal sepakbola Indonesia di mata dunia.

Mari, kita memainkan peran kita sebagai suporter yang semakin dewasa, baik di dalam lapangan hijau, maupun di luar lapangan pertandingan.

Sebagaimana filosofi dari Shin Tae-Yong “bertandinglah dengan spirit humas, baik di dalam kompetisi maupun di dalam kehidupan nyata.”

Tentang Penulis: freddy Suny

Jurnalis, Founder  & Owner www.tafenpah.com,  Kompasianer dan penulis lepas di beberapa media online tanah air | Instagram: @Suni_Frederikus

Responses (2)

Tinggalkan Balasan