Penulis: Fredy Suni

KUPANG, Eskaber.com – Kesadaran akan tujuan hidup masih menjadi masalah utama bagi sebagian kalangan generasi milenial, terutama mahasiswa.
“Menyadari diri berarti setiap orang tahu tujuan hidupnya” ujar Kornelia Johana Dacosta, S.Ikom., M.Ikom dalam Talkshow Nasional ‘Mengatasi Krisis Identitas Milenial dalam Komunikasi Digital yang diadakan oleh Komunitas Melek Literasi Digital Indonesia/Komen Lida via zoom, Sabtu (23/4/2022).
Dosen Universitas Dian Nusantara Jakarta, Fakultas Bisnis dan Ilmu Sosial, Jurusan Ilmu Komunikasi ini mengatakan perkembangan literasi digital di Indonesia belum sepenuhnya menyentuh generasi muda di berbagai pelosok nusantara. karena ada keterbatasan dan memang Indonesia ini sangat luas.
Mahasiswa Kurang Nyaman dengan Literasi Digital
Ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang. Tetapi pada kenyataannya mahasiswa yang sementara studi di era Pandemi Covid-19 merasa kurang cocok dengan kurikulum ini.
“Banyak mahasiswa yang terpaksa mengeluh bahkan ada yang mengundurkan diri lantaran kurang sreg dengan sistem pendidikan berbasis digital” pungkasnya.
Kabiro Humas Universitas Dian Nusantara Jakarta sekaligus Konsultan PR (Public Relations) mengatakan mahasiswa harus beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Zaman terus berubah, begitu pun dengan sistem pembelajaran yang berbasisikan metode hibrid. Mahasiswa harus menentukan sikap tegas akan masa depannya” tegasnya.
Ia juga menghimbau kepada praktisi pendidikan dan mahasiswa untuk berani berkolaborasi. Karena dalam kolaborasi ada ide untuk menciptakan model pembelajaran yang ramah dan menyenangkan bagi mahasiswa.
Digital Talent Scholarship Kominfo
Sedangkan, narasumber dari Tenaga Ahli Suport Staf Khusus Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI Bidang komunikasi Politik Fransiskus Emilus D. Kadju menegaskan kecakapan digital dalam Program Digital Talent Scholarship itu perlu dipelajari mahasiswa dan generasi milenial.
“Roadmap atau peta jalan Kominfo dalam mewujudkan mimpi dari Bapak Presiden Joko Widodo untuk mencetak ribuan talenta muda yang berdaya saing dan inovatif di tahun 2030 ada dalam 4 kurikulum yakni; kecakapan digital, etika digital, keamanan digital, dan budaya digital” ujarnya.
Jebolan dari SMAS Seminari St. Rafael Kupang dan Sekolah Tinggi Filsafat Ledalero ini pun menambahkan pentinya manajemen diri.
Jurnalis, Founder & Owner www.tafenpah.com, Kompasianer dan penulis lepas di beberapa media online tanah air | Instagram: @Suni_Frederikus







Ikut menyimak bung Fredy. Salam hangat