<< Sebelumnya “Sancho, saya akan memilih Lady Companion (LC) setelah kembali dari toilet,” kata Segara sambil melangkah keluar dari ruangan VIP. Bayangan Peri Bermata Hijau masih menghantui pikirannya. Kaki Segara tidak melangkah ke toilet, tetapi melangkah keluar dari karaoke Selengkapnya
Bab 21: Flora, Craen Mark, dan Sisi Rahasia
Ilustrasi: wallpaperbetter.com Sebelumnya. Bab 21: Flora, Craen Mark, dan Sisi Rahasia Ruangan kosong berukuran 10×10 meter cukup luas untuk beraktivitas. Dengan atap langit-langit yang meninggi lima meteran, rasanya akan membuat gema ke seluruh ruangan. Jika saja dinding-dindingnya tidak diberi peredam, suara Selengkapnya
BAB 20 : Buket Casablanca Lily Putih, Doa Untuk Kesembuhan
Sumber foto : Tokopedia <SEBELUMNYA “Ky… Ky… Kylian … ?” Flora mengerjapkan mata hijaunya beberapa kali. Ia masih tak memercayai netranya. Malam itu sosok yang dikenalnya berada di hadapan. Muncul tiba-tiba dengan menodongkan senapan semi otomatis ke mukanya. Assasin didikan Selengkapnya
Puisi : Mungkin Saat Ini Waktunya Membisu
Ilustrasi Puisi : Mungkin Saat Ini Waktunya Membisu. Sumber : Afif Hasbullah *Mungkin Saat ini Waktunya Membisu* (Judul oleh : Swarna) Waktu merambat pelan, seperti menghitung langkah di jalan terjal. Jam dinding tanpa jarum jam. Pendulum mengayun tak tentu arah.Dalam Selengkapnya
Bab 19: Meredakan Tegangan dengan Ballantine’s dan LC
Ilustrasi Lady Companion di Karaoke & Bar oleh AllClear55 dari pixabay.com << BAB SEBELUMNYA: Cinta di Sepotong Piza Kembang Kol Awan mengendap. Langit gelap. Bulan bersimbah darah. Halimun bernuansa merah merambat di antara pohon-pohon menjulang. Udara lembab. Langit lindap. Dari ruang Selengkapnya
Cinta di Sepotong Piza Kembang Kol
Ilustrasi Gambar Piza: alibaba.com Bab 18 Cinta di Sepotong Piza Kembang Kol << Sebelumnya Flora membisu di dalam mobil sepanjang perjalanan pulang ke rumahnya. Pikirannya berkecamuk. Pertemuan dengan Kylian gara-garanya. Pertemuan dengan Kylian, lelaki misterius dengan wajah dan tubuh memesona Selengkapnya
Bab 16. Pesta yang Harus Segera Diakhiri
Bab 16. Pesta yang Harus Segera Diakhiri Foto oleh cottonbro dari Pexels << Sebelumnya Maik Schulz seperti terlompat dari tempat tidurnya. Siapa yang berani membangunkannya — menelepon –tengah malam begini. Tapi saat melihat sebuah nama dalam layar hp-nya, tapak tangannya langsung Selengkapnya
Bab 17. Doa di Ujung Nyawa
<< Sebelumnya “Berbuatlah seperti yang ada dalam otakmu. Penuhi imajinasimu untuk melakukan apa pun yang kaumau. Imajinasi, ya, hanya imajinasi!” Desis suara sopir mengentak benak Segara. Pesta tawa sontak memekakkan kupingnya. Hatinya mendadak berasa kecut. Derai Selengkapnya
Diorama Semesta
ilustrasi via unsplash.com @Dave Hoevler Pelan kurambati anak tangga, menurun meniti masa, dengan kaki tertatih aku berjalan melarut dalam tuntunan gending gendang suargaloka Miris kudengar raungan anak manusia bertingkah, berpolah, mengisi bejana kisah hidup mereka dengan kidung yang berdengung bersama rintihan Selengkapnya
Tragedi Mansion Fiene
BAB 14 Tragedi Mansion Fiene Sumber gambar https://pin.it/6WNo18P << Sebelumnya Bulu roma Flora Aurora Bunga merinding. Bola mata hijaunya berputar-putar tidak keruan. Ia gelisah. Ia merasa Segara ada di sekitar dirinya, sedang mengawasinya, tengah memperhatikan apa saja yang ia kerjakan. Beberapa Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 7
- 8
- 9
- …
- 14
- Berikutnya

