Oleh: Frederikus Suni
Pulau Timor kini identik dengan keindahan. Ya, memang selain alam perbukitan, padang sabana yang terbentang luas dengan sejuta viewnya yang serba hijau, ada juga wisata-wisata religi yang patut dikunjungi oleh pelancong domestik maupun mancanegara.
Salah satu wisata religi yang sekarang digandrungi oleh wisatwan adalah gedung Gereja Katolik St. Antonius Padua Sasi yang terletak di Jl. Eltari No. KM 7, Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur.
Mengapa wisatwan harus mengunjungi Gereja Katolik Sasi?
Mengingat Del Piero adalah keponakan dari Pastor Antonio Razzoli yang membaktikan hidup dan karya pelayanannya di Gereja ini selama puluhan tahun.
Bangunan Gereja Katolik ini sangat unik. Karena memiliki nilai estetik yang sangat indah dan penuh seni artistik.
Memang ketika Anda berkunjung ke pedalaman pulau Timor, khususnya di daerah perbatasan RI – Timor Leste, di sana Anda juga akan menjumpai salah satu Gereja Katolik Kristus Raja Haumeni di Desa Haumeni, Kecamatan Bikomi Utara yang kurang lebih bangunannya mirip atau serupa dengan Gereja Sasi.
Di mana keduanya sama-sama menggunakan bahan bagunan itu hampir 100 persen batu alam Timor. Dan pendiri atau orang yang berjasa dalam membangun Gereja Katolik tersebut adalah misionaris atau Pastor/Imam Katolik yang berasal dari benua Biru (Eropa).
Sejenak Mencari Kedamaian di Halaman Gereja Sasi
Penulis dan kakak sepupu (Paulus Lake) sangat menikmati alunan musik religi, sesekali memincingkan mata menuju salah satu Patung Bunda Maria yang juga berada di halaman Gereja Katolik Sasi.
Kombinasi dari kedua bangunan yang megah itu sangat membantu penulis untuk melupakan kepergian almarhum adik sepupu (Selviana Suni) yang telah berpulang 2 Minggu yang lalu ke pangkuan Bapa di Surga.
Setelah berpuas menikmati dan mensyukuri rahmat kehidupan sekaligus menyerahkan intensi atau permohonan kepada Sang Arsitek (Tuhan Yesus), kami mulai mencari spot-spot menarik di sepanjang bangunan Gereja yang tinggi menjulang hingga 7 Meter dengan batu alam merah asli pulau Timor yang unik dan sangat eksotis untuk berswafoto.
Terakhir, bagi pelancong domestik dan mancanegara, jika ada kesempatan bolehlah untuk menjelajahi bagian pulau Timor dan juga daerah perbatasan yang tak kalah menarik spot dan wisata religi dan alam perbukitan yang hijau permai.
Jurnalis, Founder & Owner www.tafenpah.com, Kompasianer dan penulis lepas di beberapa media online tanah air | Instagram: @Suni_Frederikus







Terimakasih untuk artikelnya Bang, sukses selalu ya
Terima kasih reportasenya Mas Fredy.
Hormat saya.
Wauow menarik.
Berapa usia gereja katolok sasi ya Mas Fred ?.
Terima kasih reportasenye.
Hormat saya