Kisah Singkat di Bawah Menara Perpustakaan Nasional RI

oleh -531 views

Oleh: Fredy Suni

Salam sehat sobat Eskabers, Perpustakaan Nasional RI ternyata menyimpan ragam misteri.

Salah satu misteri yang Penulis alami adalah adanya spot-spot menarik bagi pemburu fotografi.

Berada seharian di area Perpusnas RI, tentu saja tidak membosankan bagiku.

Lantaran, sejauh pemandangan, ada inspirasi bagiku dalam merajut benang aksara.

Karena di sanalah ada kedamaian dari hiruk – pikuk kehidupan kota metropolitan Jakarta.

Selain, adanya ruang ekspresi secara bebas.

Perjalanan Menuju Perpustakaan Nasional RI

Pagi itu, tepatnya tanggal 20 Agustus 2022, saya bergegas dari kontrakan yang berada di Cengkareng menuju Perpusnas RI.

Meskipun jalanan yang semakin macet, serta debu dan polusi kendaraan beterbangan, saya seolah tak peduli dengan kondisi demikian.

Lantaran ada pertemuan antar sesama Penulis dari Penerbit Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan atau yang dikenal YPTD dan Kompasianer.

Menyusuri kota metropolitan Jakarta di pagi hari memang menawarkan ragam keindahan.

Di samping, bunyi moda transportasi yang kian tenggelam bersama bangunan-bangunan mega raksasa Jakarta.

Matahari mulai bergerak menuju Barat, sementara sinarnya di atas ubun-ubun, membuat perjalananku begitu berwarna.

Apalagi nuansa langit Jakarta yang tampak kebiruan bercampur berawan ikut membangkitkan hasratku untuk berlama-lama di jalanan.

Tepat pukul 07.00 WIB, saya sudah berada di halaman depan Perpustakaan Nasional RI yang kesekian kalinya selama saya berada di Jakarta.

Saya mulai memainkan melodi “say – hello” kepada karyawan/karyawati yang sibuk dengan tugas mereka.

Sembari menunggu rekan-rekan Penulis YPTD dan Kompasianer, tak lupa saya pun mulai mengeksplor keindahan Perpusnas RI.

Setelah sekian lama tenggelam dalam suasana melankolis, datanglah salah satu Jurnalis Selebriti yang merupakan sahabat sekaligus kaka saya di tanah rantauan.

Kami berdua terlena dalam budaya selfie. Manyus!

Setelah berpuas menjepret sudut-sudut keindahan melalui lensa kamera, kami pun bergegas menuju lantai 4 yang merupakan ruang pertemuan sesama Penulis YPTD dan kompasianer.

Sebagai panitia acara tersebut, kami mulai mempersiapkan dekorasi dan berbagai atribut lainnya, guna menyukseskan acara terakbar itu.

Menyemai Rindu Dalam Nuansa Literasi

Rindu itu perlahan berdatangan, kala menyaksikan kehadiran rekan-rekan YPTD dan Kompasianer.

Dalam hati, saya bersyukur. Karena semua penulis di kedua platform ini tidak pernah bertatap muka secara langsung.

Namun, saya beruntung bisa hadir dalam kopdar tersebut.

Kesempatan ini juga menghadirkan keintiman dalam berelasi.

Ya, inilah momen di mana kami saling menguatkan satu dan yang lainnya untuk terus berkarya melalui diksi-diksi keabadian.

Perpustakaan Sebagai Ruang Temu Kangen

Fungsi utama Perpustakaan adalah menggelorakan budaya literasi bangsa.

Namun, lebih jauhnya, saya melihat Perputakaan sebagai wadah pertemuan sesama penulis, rekan mahasiswa, dan berbagai profesi lainnya.

Apalagi memandangi keindahan Jakarta dari lantai 27 menjadi sesuatu yan sangat spesial bagi siapa pun.

Karena selain bangunan pencakar langit lainnya, Monumen nasional (Monas) pun semakin memanjakan mata pengunjung.

Suasana ini menciptakan hasrat membaca dan menulis terus meningkat bagi pengunjung.

Nah, bagi sobat kaki kereta, alis wisatawan domestik dan mancanegar, untuk mendapatkan spot menarik dari lantai 27, sobat bisa memotret pada pagi atau pun sore hari.

Jika memungkin pada malam hari. Karena lanskap keindaham Jakarta itu biasanya pada malam hari.

Karena ada hujan gemerlap Ibukota negara ini.

Namun, bila sobat ingin mendapatkan jepretan yang indah, di setiap sudut Perpusnas boleh dieksplor juga.

Apalagi pas ramainya pengunjung.

Akhirnya, saya hanya katakan terima kasih untuk kesempatan bersua rekan-rekan Penulis dari berbagai daerah di HUT YPTD ke-2.

Momentum ini merupakan sejarah bagi perjalananku.

Lantas, seperti apakah keindaham tersembunyi dari Perpusnas Ri, sobat bisa mendatanginya.

Salam

Tentang Penulis: freddy Suny

Jurnalis, Founder  & Owner www.tafenpah.com,  Kompasianer dan penulis lepas di beberapa media online tanah air | Instagram: @Suni_Frederikus

Responses (2)

Tinggalkan Balasan