
Sesederhana apa pun bisnis kuliner tetap memerlukan konsep. Demikian agar usaha makanan dan minuman dapat langgeng.
Seperti apa penerapannya?
Bisnis Kuliner
Bisnis kuliner sendiri merupakan kegiatan menghasilkan produk, dengan memberikan nilai tambah terhadap bahan pangan, lalu menjual barang akhir kepada konsumen. Di dalamnya melibatkan ongkos produksi, tenaga kerja, biaya-biaya tetap, keuntungan, dan harga jual.
Kita dapat memperkirakan biaya-biaya (langsung maupun tidak langsung), keuntungan, dan harga jual produk. Namun demikian, merancang konsep agar usaha kuliner berjalan sesuai harapan memiliki tantangan tersendiri.
Konsep dalam Bisnis Kuliner
Konsep berarti rancangan terbentuk dari peristiwa konkret. Digunakan untuk memahami dan menjalankan satu kegiatan.
Maka, konsep dalam bisnis kuliner bermakna rancangan dalam proses pembuatan produk makanan minuman, menggunakan pengetahuan dan sumber daya yang ada, cara menawarkan dan menjual kepada pembeli.
Pada rancangan tersebut akan melibatkan:
- Produk
- Skala Usaha
- Tempat dan Lokasi
- Gaya Penjualan atau Pelayanan
- Lain-Lain, yaitu: cara penyajian, genre musik latar, desain menu
Akhirul Kata
Konsep dalam bisnis kuliner adalah rancangan awal. Merupakan patokan bagi pengusaha makanan minuman. Dengan mematuhi konsep secara konsisten –tidak berubah-ubah setiap saat, maka usaha penjualan makanan minuman diperkirakan dapat berlangsung lama.
Jadi sebelum membuka satu bisnis kuliner, baiknya membuat konsep matang dan jelas. Tidak sekadar ikut-ikutan tren.
Referensi: Perlukah Merancang Konsep sebelum Membuka Bisnis Kuliner?








Bermanfaat. Terima kasih untuk artikel nya Om Bud. Salam
Terima kasih sama-sama, Mas Warkasa