Oleh: Fredy Suni
Eskaber.com – Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, khususnya perkembangan media digital saat ini merupakan momen yang tepat dalam mempromosikan kebudayaan setempat.
Dalam konteks ini, sebagai generasi Atoin Meto (Etnis Dawan), saya memiliki tanggung jawab moral dalam mengenalkan kebudayaanku.
Sejatinya budaya masyarakat Dawan itu sangat kaya.
Kekayaan itu bila dimanfaatkan generasi muda Atoin Meto, niscaya apa pun yang kita inginkan pasti terealisasi.
Perihal kapan dan dalam kondisi seperti apa dewi fortuna kembali berpijak pada kita, jangan tanyakan itu.
Tugas kita hanya menciptakan sesuatu yang bernilao positif di media sosial, khususnya budaya Dawan
Merajut Filosofi Klasik Dawan di Tengah Perkembangan Media Sosial
Kemajuan jaringan internet, ikut membuka pola pikir generasi Timor untuk mengemas konten yang bercita rasa lokal.
Salah satunya adalah mengenalkan ungkapan klasik orang tua, yakni; Mna’om Mepot Naikam Mup Nikan Kai.”
Terjemahan bebas penulis adalah,”ketika kamu (generasi Timor) memilih untuk merantau, ingatlah perjuangan dan kasih sayang orang tua di kampung).
Lantaran, banyak generasi Timor Dawan yang ketika pergi meninggalkan kampung halaman beserta orang tua dan sanak family, ada yang tidak kembali, namun sebagian besar pulang.
Bagi mereka yang tidak pulang itu pun ada alasannya tersendiri.
Begitu pun dengan mereka yang selalu menginvestasikan waktunya untuk sekadar mengunjungi orang tuanya di kampung halaman.
Berkaitan dengan perkembangan media sosial, tentu ini menjadi peluang besar bagi kita orang Dawan untuk terus mengabarkannkearifan lokal kita kepada dunia.
Karena kemajuan daerah tertentu, tidak pernah terlepas dari budayanya sendiri.
Budaya yang kuat ikut memampukan individunya dalam berkarya.
Teruntuk sobat Dawan, tak perlu menunggu sukses baru memperkenalkan kearifan lokal kita kepada masyarakat dunia.
Tetapi, mulailah dengan konten Youtube, Blog, SnackVideo, TikTok, Instagram dsb untuk mengkreasikan konten lokal.
Karena konten lokal kini dilirik Kominfo dalam kemajuan bangsa Indonesia.
Cara sederhananya adalah sobat bisa menuliskan caption berbahasa daerah di laman facebook dll.
Atau pun sobat punya skill di desain, kemaslah dalah bentuk quotes dan sediakan ruang promosi digital.
Toh, pada akhirnya konten itu pun bisa menjadi sumber penghasilan.
Inilah hukum kausalitas semesta. Di mana ada niat pasti ada imbalan di balik karya tersebut.
Mari, kita ciptakan konten lokal demi literasi anak cucu kita.
Jurnalis, Founder & Owner www.tafenpah.com, Kompasianer dan penulis lepas di beberapa media online tanah air | Instagram: @Suni_Frederikus






Terima kasih untuk artikelnya Bang. Bermanfaat
Terima kasih untuk artikknya Bang. Inspiratif