Tujuh Puluh Tujuh

oleh -471 views

Puisi untuk negeri

Ada luka yang menganga di merah kibaran bendera
Tetesan darahnya telah lama mengering
tetap saja kain merah meliuk-liuk seirama angin bertahan dan bertahan dari serbuan dingin

Tiadakah kau lihat putih itu bernoktah dan memenuhi pori-pori
Kita lupa mencuci bendera sebelum berkibar jumawa

Kumandang lagu Indonesia Raya
bergetar bersama nada sumbang keadilan yang tercoreng sejak lama

Tujuh puluh tujuh jalan panjang kehidupan
sedang menarik nafas berat tersengal

Namun kata Dirgahayu
menyelusup bagai balsam penghangat

Melegakan dada meski sesaat

Agar sanggup teriakan kata merdeka tanpa tercekat

Bandung, 21 Agustus 2022
06.40-06.51

Tentang Penulis: Desi Oktoriana

Guru SDN 173 Neglasari Bandung. GP Angkatan 4 Kota Bandung. Pengajar Praktik Angkatan 10 Kota Bandung.

Responses (2)

Tinggalkan Balasan