Penyakit kuning tidak selalu hepatitis dan mewaspdai PIE

oleh -1,636 views

Penyebab penyakit kuning

Pada dekade sembilanpuluhan di kalangan prajurit satuan tempat saya bertugas, terdapat asumsi bahwa penyakit hepatitis disebabkan kekurangan asupan “yang manis-manis.” Saya sering mendengar pendapat tersebut khususnya setelah pelaksanaan pembinaan fisik personel satuan. 

Bersyukur bila setelah pembinaan fisik mereka mendapat sari kacang ijo. Namun bila mendapat minuman teh yang ternyata kurang manis, maka segera akan terdengar gerutu prajurit “wah bisa kena hepatitis atau penyakit kuning nih.” Padahal sebenarnya para prajurit tersebut juga didukung berbagai kudapan ringan lainnya. Entah dari mana mereka mendapat referensi atau hanya sekedar gurauan. Seiring waktu pendapat tersebut kini tak terdengar lagi.  

Sebagian masyarakat mengenal penyakit kuning sebagai penyakit hepatitis. Tetapi sebenarnya penyakit kuning tidak selalu karena hepatitis. Memang  pada tahap tertentu, pengidap hepatitis mengalami kondisi di mana kulit dan selaput bola mata tampak menguning akibat adanya zat bilirubin yang terdifusi di bawah kulit dan selaput lendir.

Bilirubin adalah pigmen berwarna jingga kuning. Bilirubin merupakan hasil destruksi sel darah merah yang normalnya terjadi secara periodik. Bilirubin dibentuk di organ hati kemudian dilepaskan ke dalam usus sebagai empedu yang berfungsi untuk membantu pencernaan.

Pada orang normal, bilirubin seharusnya dibawa oleh darah ke hati, lalu dibuang melalui pencernaan bersama tinja. Namun, pada keadaan tertentu, kadar bilirubin dalam darah malah meningkat.

Peningkatan kadar serum bilirubin dalam darah yang melebihi nilai normal disebut Bilirubinemia. Manifestasi Biliruniemia berupa warna kulit dan selaput bola mata akan tampak kuning yang disebut ikterus atau joundice. Kondisi ikterus ini yang kemudian populer sebagai penyakit kuning.

Tentang Penulis: Pudji Widodo

"Ada Bila Berarti", Pemerhati Kesehatan Militer. Suka buku sejarah.

Responses (4)

Tinggalkan Balasan