Aplikasi Ini Meningkatkan Penjualan Warung Mbak I

oleh -459 views
Bu Miskem, pemilik warung gado-gado (dokumen pribadi)

Menentukan lokasi strategis merupakan satu kunci sukses bisnis kuliner. Dulu. Kini tidak lagi.

Perkembangan teknologi mampu mengatasi kelemahan dari sisi tempat.

Sebuah kedai terletak di dalam sebuah gang sempit. Dengan menyandang jenama “Gado-gado Mbak I”, meski pemiliknya bernama Bu Miskem.

Di dalam gang sempit ternyata ada warung gado-gado (dokumen pribadi)

Warung menawarkan barang dagangan utama, berupa: gado-gado, ketoprak, rujak ulek, asinan, karedok. Dengan rentang harga berkisar Rp 14-17 ribu. Camilan pendamping memiliki nilai tukar Rp 1.250 hingga Rp 5 ribu.

Kerupuk asoy berukuran 1,5 kali lingkaran piring (dokumen pribadi)

Sepi. Pada warung sederhana itu hanya terdapat tiga wanita paruh baya. Satu memesan gado-gado. Dua nongkrong, beristirahat sejenak setelah beres pekerjaan domestik di rumah masing-masing.

Menurut pengakuan Bu Miskem, pelanggan yang makan di tempat (dine-in) atau membungkus (take-away) adalah tetangga sekitar. Juga pelintas.

Tidak banyak. Tidak lebih dari lima orang per-hari.

Berbeda dengan outlet serupa yang berada di pinggir jalan, 150 meter dari warung gado-gado Mbak I. Sehari bisa lebih dari 15 pembeli.

Demi menyiasati kelemahan lokasi, anaknya mendaftarkan warung sebagai merchant. Ke tiga aplikasi penyedia jasa pesan-antar makanan terbesar di Indonesia, yaitu: GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood.

Responses (2)

Tinggalkan Balasan