yanahaudy0 Jangan bayangkan suara dan rupaku saat kau mendengar lagu kesukaanmu karena bait-bait itu hanya menambah rindu Tak perlu gelisah saat tak melihat wajahku karena aku selalu ada di pelupukmu Bila langit tak bermega janganlah mencari sang bayu karena dia sedang

Canva/yanahaudy0 Budi mematut-matut dirinya di depan cermin. Penampilan Budi rapi sekali. Tubuhnya menebarkan bau harum bagi hidung siapapun yang kebetulan lewat di dekatnya. Melihat penampilan Budi yang seperti itu, dari balik pintu kamar Budi yang terbuka, Ponaryo masuk dan tak tahan

Canva/yanahaudy0 Mata terpejam. Mulut terdiam. Matahari hampir terbenam. Si wajah cantik membuka matanya, perlahan . Turun dari peraduan. Bulu mata dilentikkan. Bibir dimerahkan. Pemerah pipi dua pulasan. Jemputan datang. Beserta lelaki sangar. Membawasi wajah cantik ke klub kelap-kelip. Si wajah cantik

Gambar: Canva/yanahaudy0 “Tidak perlu kau jadi Hans Zimmer, jadi Aksan Sjuman dan Candra Darusman pun cukup. Dia orang Indonesia, kau juga,” Beni menyeruput kopinya sementara Rano tercenung dengan masih sembarang memainkan gitarnya di nada C mayor. “Aksan dan Candra tidak main