gambar: id.pinterest.com Kebun yang berada di belakang rumah nampak asri. Bunga Desember belum lagi mekar tetapi semarak warna Bunga Aster mewarnai setiap sudut. Sebelum pesta kebun di mulai, keluarga berkumpul di ruang tengah yang cukup luas. Berlantai marmer putih pualam yang

Freephotos@Pixabay.com  Di tepi jalan aku menanti Sendiri, tanpa teman menemani  Berpayung harap, kunjunganmu menjadi santapan diri  Di antara rintik hujan  Dalam temaram malam tanpa bintang  Aku menantikan hadirmu  Hangatkanlah tubuh ini  Bangkitkanlah hasrat ini   Dari cawanmu yang menggoda nafsu   Bang, baksonya

Ilustrasi oleh Mostafa_muraji @Pixabay.com    Dik, Painiku Malam ini wajahmu hadir lagi Menemani kesepian Akang yang jauh di negeri orang  Bisakah kau rasakan rindu yang membara ini  Seperti nyala api yang siap membakar kayu menjadi arang  Dik, ingin rasanya kudekap tubuhmu

Terompet perang akan dikumandang DPR, Dewan Perwakilan Rimba sedang bersidang Harimau, Singa, Gajah, semua satwa dirundung bimbang Sebagian dari mereka lenyap menghilang Riuh bersahutan, Manusia mengingini gading kami Manusia menguliti kami Manusia merampas cula kami Manusia mempreteli organ kami Dengan berbagai

 Sumber gambar dari Pixabay.com  Kang  Any Sukamto  Kang, masihkah kau ingat obrolan kita tempo hari Kau akan setia dengan janjimu, menemani hari indahku hingga ajal menjemputku Kau janjikan hidup kita akan bahagia, meski bukan istana sebagai tempat berteduh  Kau yakinkan hari

  Munafiknya Pemimpin KAMI Miris, melihat sepak terjang KAMI, terutama elitnya, usai rekan atau bawahan mereka satu demi satu tertangkap aparat penegak hukum. Seolah antiklimaks, usai deklarasi hingar bingar di tengah pandemi. Ngeyel mau masuk TMP Kalibata tanpa pemberitahuan, di tengah