Gambar: Canva/yanahaudy0 “Tidak perlu kau jadi Hans Zimmer, jadi Aksan Sjuman dan Candra Darusman pun cukup. Dia orang Indonesia, kau juga,” Beni menyeruput kopinya sementara Rano tercenung dengan masih sembarang memainkan gitarnya di nada C mayor. “Aksan dan Candra tidak main

https://images.pexels.com Tiga orang gadis desa itu berlari–lari seperti dikejar hantu.  Hanya mengenakan kemben dan kain seperti saat mereka tadi turun ke sungai untuk cuci baju dan mandi. Keranjang–keranjang berisi baju yang sudah dicuci ditinggalkan begitu saja.   Di belakang mereka terdengar gelak

https://images.pexels.com Musim mudik kali ini sungguh berbeda bagi Andri.  Dia mendapatkan cuti lebih awal.  Sehingga perjalanan mudik bisa dilakukan jauh sebelum lebaran. Semua persiapan dilakukan dengan teliti.  Perjalanan akan ditempuh lewat darat.  Bermobil ratusan kilometer.  Semuanya harus siap dan sehat. Andri

https://i.ytimg.com “Diam!  Jangan bergerak! Kalau tidak pistol ini akan melubangi kepala kalian!” Suara keras mengancam ini keluar dari mulut laki–laki tinggi besar bercambang.  Wajahnya terlihat bengis tanpa belas kasih.  Dua orang teman tak kalah sangarnya berjaga–jaga di pintu depan dan belakang. 

https://images.pexels.com Andam melihat lukisan aneh itu pertama kali masuk rumah Dini.  Matanya seperti dituntun melihat lukisan kosong yang dipasang di pojok ruang Keluarga Sosrodiningrat.  Tempat memajang lukisan itu benar–benar di pojok ruang tamu.  Sehingga tidak siapapun yang akan menyadarinya jika tidak

https://images.pexels.com Apakah yang diharapkan seseorang untuk menjadi sempurna.  Secara fisik berhidung mancung, bertubuh atletis, atau berlenggok lenggok laksana gitar bagi wanita?  Shandy mulai mencoret coret sketsa tubuh. Apakah harus dilengkapi dengan otak brilian, senang bergaul, populer, juara tari atau olahraga? Shandy

https://images.pexels.com Marni meliukkan tubuhnya mengikuti irama gamelan.  Begitu gemulai. Begitu sempurna. Dunia seperti sedang berada dalam genggamannya.  Saat dia melemparkan kerling memikat, angin berpusar menuju ke arahnya.  Ketika dia mengayunkan selendangnya ke udara, tak sedikit daun–daun di bawah panggung luruh dari